Jumat, 12 Agustus 2011

TUGAS UJIAN SEMESTER PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN


NAMA                                   : LULU RETNO WULANDARI
NIM                                       : 06101007022
PRODI                                   : PEND. BIMBINGAN DAN KONSELING
DOSEN P.A                          : Dra. Harlina, Msc
DOSEN PEMBIMBING      : Prof. Waspodo, Ph.D
SOAL UJIAN SEMESTER
1.        Guru sebagai salah satu komponen sistem pendidikan memiliki peranan yang penting, mengapa guru harus profesional ?
Kaji peran guru menurut beberapa teori pembelajaran berikut contohnya ?
Rambu-rambu Jawaban :
Apa itu sistem pendidikan ?
Komponen sistem pendidikan itu apa ?
Ciri-ciri ada lima ?
Komponen paling penting dalam seorang guru ?
Ciri-ciri guru Profesional ?
Uraikan Satu-satu !
2.        Belajar merupakan ruh dari proses pendidikan. Apa makna dari pernyataan itu ?. bagaimana dimensi belajar mewarnai pendidikan ?. Contohnya ?
Rambu-rambu :
Proses itu apa ?
Apa itu belajar ?
Apa itu proses pendidikan ?
Apa itu dimensi belajar ?
Contohnya juga ?
3.        Motivasi merupakan bagian terpenting dalam proses pendidikan setujukah dengan penyataan ini !.  Berikan alasan atas jawaban anda !
Rambu-rambu :
Apa itu motivasi ?
Peran Motivasi dalam pembelajaran itu apa ?
4.        Guru adalah ilmuwan, professional dan seniman dalam proses pendidikan. Berikan penjelasan atas pernyataan itu dan contohnya ?
Rambu-rambu
Ilmuwan itu apa ?
Professional itu apa ?
Seniman itu apa ?
Contohnya juga ?

Selasa, 09 Agustus 2011

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER SOSIOLOGI ANTROPOLOGI


TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER SOSIOLOGI ANTROPOLOGI
Nama                            : Lulu Retno Wulandari
NIM                              : 06101007022
Prog. Studi                    : Pendidikan Bimbingan dan Konseling
Dosen P.A                    : Dra. Harlina, Msc.
Dosen Pembimbing       : Drs. Anang Bakar Astari, MS
PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP MASYARAKAT AGRARIS
Masyarakat agraris adalah masyarakat yang masih menggunakan alat-alat tradisional seperti bajak menggunakan kerbau, dan menggunakan sumber daya alam seperti air, tanah dan manusia. Dan berprofesi sebagai petani atau tidak memiliki keahlian khusus.
Teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat agraris yang rata-ratanya petani pekerjaannya.
Teknologi sama halnya dengan IPTEK dengan menggunakan sesuatu yang lebih cepat dibandingkan yang kita gunakan sebelum itu, kemajuan teknologi merubah segala hal dalam proses kehidupan masyarakat seperti pendidikan pemerintahan, dan usaha juga dalam hal bisnis. Teknologi merupakan bagian dari IPTEk karena dalam teknologi terdapak peranan IPA didalamnya.
Teknologi telah merubah tatanan kehidupan manusia di duni, jika tanpa teknologi hal yang baru belum hadir ditengah-tengah kita sekarang ini. Misalkan saja tentang teknologi menggunakan mesin cuci yang dulunya menggunakan tenaga manusia untuk mencuci sekarang diganti oleh mesin cuci yang telah digunakan oleh masyarakat.
Dan juga mau mengambil air untuk keperluan sehari-hari saja menggunakan tenaga manusia untuk mengambil air dari timba, dan sekarang menggunakan pompa air untuk mengambil air, tentu saja tak perlu susah payah menimba air dari sumur.
Dampak positif dari penggunaan teknologi dalam masyarakat agraris itu adalah dengan kemajuan teknologi dalam mengelola bahan mentah yang dihasilkan petani menjadi hasil yang maksimal dibandingkan dengan yang manual. Misalnya kalau membajak sawah yang dulunya menggunakan kerbau yang sekaranng menjadi traktor yang dijadikan pembajak sawah.
Juga dengan pengusiran hama tikus dari tanaman padi menggunakan hewan ular akan tetapi sekarang menggunakan pestisida untuk mengusir hama tikus dari tanaman padi milik petani.
Dan juga dalam penggilingan padi, yang dulunya menggunakan tenaga manusia untuk menggiling padi, yang sekarang menggunakan mesin penggiling padi hingga tak perlu bersusah payah petani untuk mengeluarkan tenaga untuk menggiling padi.
 Banyak sekali dampak positif yang diakibatkan dalam menggunakan teknologi untuk kehidupan sehari-hari terutama dalam masyarakat agraris. Masyarakat agraris itu mengelola bahan mentah menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang sekarang ini menggunakan mesin traktor, pestisida, dan mesin giling.
Bagi masyarakat agaris, teknologi dapat memudahkan mereka dalam berinvestasi di daerah lain, mendapatkan keuntungan besar dibandingkan tanpa menggunakan teknologi. Misalkan menggunakan teknologi handphone yang sekarang menggunakan OVI sistem (Produk Nokia)  itu terdapat aplikasi nokia life tools,  aplikasi yang disediakan di produk handphone Nokia itu berisi tentang Hiburan, Pendidikan dan juga Pertanian.
Aplikasi pertanian dalam Nokia life tools dapat memudahkan petani mengetahui harga jual pasar, kapan hasil pengelolaannya bisa laku keras, cara mengelola bahan mentah tersebut juga ada. Dalam menggunakan aplikasi itu juga harga dari hasil teknologi ini tidak menyulitkan petani untuk membelinya.
 Disamping dampak positif yang dihasilkan oleh teknologi, juga dampak negatif juga dihasilkan dari teknologi tersebut. seperti dalam menggunakan mesin traktor itu menghabiskan minyak untuk pengoperasiannya. Dan jika mesin itu rusak dapat menimbulkan kerugian bagi petani.
Dibandingkan dengan mengelola sawah menggunakan kerbau, dampak positif dari menggunakan tenaga sapi dalam menggunakan kerbau, bisa juga daging kerbau bisa dijadikan tambahan dalam kehidupan petani itu sendiri.
Dampak negatif dalam menggunakan pestisida untuk mengusir hama tikus berakibat fatal, disamping membunuh hama tentunya, jika langsung di kelola masyarakat hasilnya tersebut bisa saja menimbulkan penyakit yang merugikan. Walaupun dengan pestisida itu dapat membunuh hama juga membunuh yang tidak mendekati untuk mencari makanan dari bekas gilingan padi.
Dibandingkan dengan cara alami mengusir hama tikus dengan hewan ular, disamping tanpa efek samping dari tanaman itu juga tanpa mengeluarkan biaya dalam pengusiran hama.
Juga dalam pengilingan padi, itu juga diakibatkan teknologi dengan menggunakan mesin juga menghabiskan biaya yang tidak dibilang kecil bagi kalangan petani. Disamping membuat petani menjadi malas menggunakan tenaganya sendiri yang harus dibuang sia-sia dengan mesin penggiling padi tersebut.
Solusi dari dampak positif maupun negatif yang dihasilkan dalam menggunakan teknologi itu adalah dengan menggunakan teknologi dilihat keuntungan dan kerugian dalam penggunaaannya. Kalau itu dapat merugikan semua pihak baik manusia, hewan dan tumbuhan maka tak usah menggunakan itu.
Dibandingkan menggunakan mesin penggiling padi yang menghabiskan minyak dan biaya untuk perawatan masih bagus menggunakan tenaga manusia untuk mengelola hasil padi untuk dipasarkan. Disamping itu disebut berolahraga yang membuat badan menjadi sehat dan bugar juga menjalin ikatan sosial antar petani agar terjadi interaksi yang menghasilkan keuntungan hasil padi tersebut juga menambah relasi antar petani.
Dalam menggunakan teknologi, kita juga harus mengetahui dampak positif dan dampak negatifnya. Jika kita telah mengetahuinya maka yang diantisipasi dampak negatifnya agar terhindar dari kerugian bagi kita.

Plurk..Facebook..Plurk..Facebook Part 6

Ayey..ayey, bulan ramadhan telah tiba. Saatnya menjalankan puasa yang saya tunggu selama ini, disaat itu juga bareng keluarga tercinta. Asyikk !! *author kegirangan*, mau..mau..mau bergoyang dengan saya dijamin nggak bakal patah tulang saat shalat tarawih [lho?].
Abaikan basa-basinya, mendingan saya akan lanjutkan cerita ini dengan super kegajean yang ada. Karena ini saat puasa jadi nggak ada adegan macam-macam ya, Cuma humor yang akan mengocok perut anda jika mood anda bagus.
Saya mendapatkan ide fic ini bertemakan puasa, entahlah bagaimana jalannya cerita part 6 ini dengan ke-OOC an dan kekonyolan di luar scenario *maafkan Kubo sensei dan Masashi sensei karena memakai karakter dalam anime ini diluar dari cerita aslinya. Maafkan saya* pundung..
Saya juga ucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H.~~
Percakapan Singkat***
Madara Uchiha : Puasa ya *mikir*
Wulanz Aihara Uchiha : Ya iyalah, memang kenapa Pak Madara ???
Madara Uchiha : Heii, kenapa panggil gue bapak sih, emang saya udah tua apa ??
Ichigo Kurosaki : memang tampang loo yang tua..*gubrak*
Siska Poll: Hee, Ichigo-san ngejek. Dosa tahu !!
Ichigo Kurosaki : Biasa aja kali
Wulanz Aihara Uchiha : Ini bulan puasa, Ichigo-san. Jadi nggak maen ejek-ejekan sekarang !!
Ichigo Kurosaki : Wah, nggak bisa adu kata dengan Toushirou,,
Hitsugaya Toushirou : Kepala Orange, kenapa bawa-bawa namaku ?? *adu mata*
Sasuke Uchiha : Kalian seperti kakak adik saja yang selalu berantem.
Ichigo Kurosaki : Bukannya kau punya kakak juga, Itachi-san….*manggil*
Sasuke Uchiha : Wa—eh,Kurosaki bodoh !! Kau mau ke neraka ha’..*kabur*
Itachi Uchiha : Otouto-chan~~, kamu kangen kakak ya *pengen meluk*
Wulanz Aihara Uchiha : Dasar laki-laki, ckckck *geleng-geleng kepala*
Sasuke Uchiha : Wulanz…….*meluk tiba-tiba*
Wulanz Aihara Uchiha : Kita bukan muhrim, Sasuke Uchiha *nendang Sasuke refleks*
Siska Poll : Weleeh, nggak selesai dong berantemnya.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Disclaimer          : @Tite Kubo and @Masashi Kishimoto
Genre                   :@ Romance/Humor
Warning              : OOC, AU, Typo. Gaje
Rated                    : T 
Pairing                 : All Of Character in Anime Bleach and Naruto
Summary            : Di Kehidupan Ninja dan Shinigami membuat mereka lelah, tapi kalau punya akun Facebook dan  Plurk Bagaimana ya ??
DON’T LIKE DON’T READ..^^
Plurk..Facebook..Plurk..Facebook @Gracia De Mouis Lucheta
Situs Jejaring Sosial “Facebook and Plurk” In Bleach and Naruto
--Facebook—
Hitsugaya Toushirou : Nggak nyangka udah puasa, hum..*narik selimut*
Lima belas menit yang lalu melalui web seluler – Suka- Komentari
Rangiku Matsumoto dan 34 orang menyukai ini
Gin Ichimaru : Ada apa Hitsugaya Taichou ?
Hitsugaya Toushirou : Ngantuk, besok mau sahur. Sudahlah aku mau tidur !! *nguap*
Gin Ichimaru : Neeh, ini udah jam berapa ?? Sahur sekarang !!
Rangiku Matsumoto : Taichou~~, bangun donk ! Ini sudah jam 4 pagi..*narik*
Hitsugaya Toushirou : Yang benar saja,Matsumoto ! Aku belum tidur nih *mata 3 watt*
Ichigo Kurosaki : Cepetlah Toushirou, sahurrr…!! *teriak pake toa*
Hitsugaya Toushirou : Beriisik, Kurosaki !!
Rukia Kurosaki : *Bekep Ichigo mulut pake tangan* Jerukk, kau juga sahurr !!
Hitsugaya Toushirou : Sigh, terpaksa saya sahur sekarang..!!
Ichigo Kurosaki : Selamat makan sahur, Toushirou !!
Hitsugaya Toushirou : *nglempar piring plastik* SHUT UP, KUROSAKI !!
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Abarai Renji : Lesu….xDD
Sebelas menit yang lalu melalui web seluler – Suka- Komentari
Kira Izuru dan 56 orang menyukai ini
Hisagi Shuheii : Sama dong *ngikut pendapat*
Kira Izuru : Sayang sekali, kita lagi puasa sekarang  *ngantuk..*
Abarai Renji : Mana lagi tugas lebih banyak *nglihat tumpukan dokumen di meja*
Byakuya Kuchiki : Abarai, sudah selesai dokumen itu di kerjakan *nada membunuh*
Abarai Renji : Be-belum, Kuchiki Taichou *keringet dingin*
Hisagi Shuheii : OH, NOO *teriak kencang*
Kira Izuru : Jangan teriak-teriak donk, telinga ku tuli beneran nihh !! *meriksa telinga*
Hisagi Shuheii : ADA RAZIAA…!! *kabur ke divisi 9*
Kira Izuru : *nepuk muka * Ya ampun !!
Byakuya Kuchiki : Fufu, pada ngacir semua.XDD
Abarai Renji : memang razia apa O.o ??
*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Sasuke Uchiha : *Sigh* lagi puasa, dikejer oleh Baka aniki *ngos-ngosan*
Tiga belas menit yang lalu melalui Facebook seluler-Suka-komentari
Itachi Uchiha dan 50 orang menyukai ini
Naruto Uzumaki : Hee’, Teme~~ akrab dengan kakaknya *acungin jempol*
Sasuke Uchiha : Ak-akrab kau bilang Dobe, dia tuh meluk sembarangan tahuu !!
Naruto Uzumaki : Sudahlah, ini kan puasa. Jadi jangan berantem lagi donk !! *cengir*
Itachi Uchiha : Ototou-chan~~, baikan nyook…!!
Sasuke Uchiha : *ngangkat alis* tumben baka aniki, ada sesuatu yang di minta kann ??
Itachi Uchiha : Hehe, memang Ototou-chan pintar. Nanti beliin makanan tuk buka ya !!
Sasuke Uchiha : Eh---Apa, bukannya sekarang giliran Baka aniki ??
Itachi Uchiha : Uangnya kakak dipakai Deidara buat beli sesuatu, gomen ya *ngaruk kepala*
Sasuke Uchiha : Ha—Urusaii, *kesel tingkat 3*
Itachi Uchiha : Makasih, Ototou-chan sayang~~
Sasuke Uchiha : Jangan lebaii, Baka Aniki *nglempar guling tepat di muka Itachi* Dan siapa bilang saya mau beliinnya ??
Naruto Uzumaki : Wehh, dia ngambekk..xDD
*~*~*~*~*~*~*~*~*
Shikamaru Nara : Bagus kalau puasa kayak gini, mendingan tidur *BzZzZz*
Lima belas menit yang lalu melalui Facebook seluler-Suka-komentari-
Kiba Inuzuka dan 20 orang menyukai ini
Ino Yamanaka : Nehh, malah keenakan tidur. Ayo sayang, ada misi dari Hokage Tsunade *narik tangan Shikamaru*
Shikamaru Nara : Ino, ngantuk berat nihh *ZzZZz*
Ino Yamanaka : Ya ampun, bangunin kamu susah banget deh. Jangan tidur melulu !!
Sakura Haruno : Ckckck, Ino tumben bangunin dia. Padahal lo paling males nyuruh bangunin orang.
Ino Yamanaka : Ini laen, Sakura. Huft Ayolah Shikamaru Nara nanti nggak dapet jatah bukaan. xDD
Shikamaru Nara : Ha—iya,iya. Memang merepotkan *bangkit*
Sakura Haruno : Cuma diancem nggak dapet makanan bukaan, dia bangun !! Hadeh~~
Ino Yamanaka : Lebih baik urusin tuh, Naruto. Dia juga tidur melulu !!
Sakura Haruno : He, NARUTO UZUMAKII awas ya !!
Shikamaru Nara : Kepribadian ganda..XD
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Rukia Kurosaki :  Nggak bisa ikut puasa, padahal kepengen..XDD
Sembilan menit yang lalu melalui web seluler-Suka-Komentari
Ichigo Kurosaki  dan 67 orang menyukai ini
Ichigo Kurosaki : Memang kenapa,Midget ??
Rukia Kurosaki : *Nglempar boneka chappy* jangan panggil Midget, nggak sadar kalau puasa !!
Ichigo Kurosaki : Arggh, sakit tahu. Kalau gue nangis nanti batal lagi !! *ngancem*
Isshin Kurosaki : Gimana calon cucuku~~ . Rukia-chan ??
Rukia Kurosaki : Alhamduliah sehat sekarang, tapi kepengen puasa !!
Ichigo Kurosaki : Bodoh, nanti kandunganmu nggak kuat. *khawatir*
Rukia Kurosaki : *nglempar panci* BAKA !!
Byakuya Kuchiki : Sudahlah jangan dipaksakan.
Rukia Kurosaki : Tapi aku ngidam sekarang, Nii-sama.. *masang tampang memelas*
Ichigo Kurosaki : Kumohon Rukia, ini lagi puasa~~
Rukia Kurosaki : Nggak, POKOKNYA SEKARANG !!
Ichigo Kurosaki : *pingsan*
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Sabaku No Gaara : Siap..Siap petasan \(^,^)/
20 menit yang lalu melalui Facebook Seluler –Suka-Komentari
Deidara dan 40 orang menyukai ini
Sasuke Uchiha : Hei pengendali pasir, tumben mau maen petasan *bawa petasan*
Sabaku No Gaara : Kau juga, Uchiha.  Mana kawan karib-mu itu ??
Sasuke Uchiha : Palingan molor sekarang, ayolah sekarang !!
Sabaku No Gaara : Memang kenapa, Uchiha ??
Wulanz Aihara Uchiha : Sasuke, bukannya malah di rumah. Malahan maen petasan, ntar tangan kalian terbakar !!
Sabaku No Gaara : Kau siapanya Sasuke ??
Wulanz Aihara Uchiha : Tanya aja dengan dia *nunjuk*, sudahlah jangan be-tingkah konyol sekarang !!
Sasuke Uchiha : Urusaii…XDD
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*
Rangiku Matsumoto : Se-sebernanya Razia apa sihh ?? *keringet dingin*
Tiga belas menit yang lalu melalui 0.facebook.com-Suka-Komentari-
Gin Ichimaru  dan 20 orang menyukai ini
Abarai Renji : Entah aku juga nggak tahu, aneh banget deh !! *geleng-geleng kepala*
Hisagi Shuheii : Masa’ nggak tahu kalian ka-kalau…
Hitsugaya Toushirou : RAZIA SAKE..*teriak pake pengeras suara*
Kira Izuru : Tuh kan, Hitsugaya Taichou marah, gawatt !! *ngacir ..*
Byakuya Kuchiki : Scatter..Senbonzakura *ngeluarin Zanpakuto..* Jangan Kabur !!
Abarai Renji : Hee’, taichou. Cotto matte *kaget setengah mati*
Rangiku Matsumoto : Kabur, tolonggg !! *teriak histeris*
Gin Ichimaru : Maafkan aku ya, ini tugas *Shinsouu*
Hitsugaya Toushirou : Matsumoto,  kalau kabur nanti kubekuin sekarang juga !!
Abarai Renji : Kenapa puasa jadi kacau begini *babak belur* XDD
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
--Obrolan Singkat---Antara Kaien Shiba dan Ichigo Kurosaki.
Kaien Shiba-Ichigo Kurosaki : Benar-benar kau ini yang merebut Rukia dariku ?? *narik kerah Ichigo*
Ichigo Kurosaki-Kaien Shiba : Kaien, kita lagi puasa. Aku nggak mau berantem dengan loo, dosaa XDD
Kaien Shiba-Ichigo Kurosaki: Sejak kapan kenal dosa, kepala orange !!
Ichigo Kurosaki-Kaien Shiba : *nglempar sapu ke muka Kaien*, Shut upp, Kaien !!
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~***~*~*
--Obrolan Singkat—Antara Sasuke Uchiha dan Naruto Uzumaki
Naruto Uzumaki-Sasuke Uchiha : Temee, katanya mau ngajak buber ??
Sasuke Uchiha-Naruto Uzumaki : Hn, memang siapa yang bilang Dobe ?
Naruto Uzumaki-Sasuke Uchiha : Kakakmu, *toennk*
Sasuke Uchiha-Naruto Uzumaki : Tanya saja dengan Baka aniki, bukan denganku. ?? *marah*
Naruto Uzumaki-Sasuke Uchiha : Jangan marah donk Teme~~
Sasuke Uchiha-Naruto Uzumaki : Urusaii, *nglempar buku ke muka Naruto* Offlne
Naruto Uzumaki-Sasuke Uchiha : Nih anak lagi salah makan ya O.o
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Ichigo Kurosaki ; Menyebalkan, *sabar..sabar Ichigo*
Dua puluh menit yang lalu melalui web seluler-Suka-Komentari
Abarai Renji dan 78 orang menyukai ini
Ishida Uryuu : Memang kenapa Kurosaki ??
Ichigo Kurosaki : Mana ada ngidam saat puasa, *kesel*
Ishida Uryuu : Maksudmu, Rukia-san !
Rukia Kurosaki : JERUKK, mana pesenanku ?? *senyum deathglare*
Ichigo Kurosaki : Ini..*ngasih*, kau ini nggak keperkemanusiaan banget. Midget !!
Ishida Uryuu : KUROSAKI, INI LAGI PUASA !!
Rukia Kurosaki : Dan sekarang lagi, Jerukk..*Evilsmile* kalau nggak dikerjain nggak bakalan tidur di dalam rumah.
Ichigo Kurosaki : Susahnya punya istri galak, mendingan tidur saja *baring ke tempat tidur*
Rukia Kurosaki : *Ngbantingin meja tepat di tubuh Ichigo* Jangan bebas kau, Jerukk !!
Ishida Uryuu : N-nani?
Ichigo Kurosaki : RUKIA, KAU MAU NGEBUNUH SUAMIMU APA !! *ringis kesakitan*
Rukia Kurosaki : *Dorong Ichigo ke luar* Yaudah, mendingan sono. Beliin pesenanku atau nggak dapat masakanku TITIK. *Blam*
Ichigo Kurosaki : BZzZZz
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~
Wulanz Aihara Uchiha : Alhamduliah, nggak ada gangguan *sweetsmile*
Sepuluh menit yang lalu melalui Plurk-Suka-Komentari
Edu Chester Agritama Shinoda, Hinata Hyuuga dan 34 orang menyukai ini
Siska Poll : Gangguan apa, Wulanz ??
Wulanz Aihara Uchiha : Biasa, Icchy. Kalau nggak muncul sekarang !!
Meliana Pratiwi : Puasa kali ini, anyem banget nggak ribut !! *pundung*
Sasuke Uchiha : Siapa yang nggak muncul, Wulanz ?? *evil smile*
Siska Poll : Toh, kau ya gangguannya Wulanz. Sasuke, bukannya kau dengan Sakura saja ??
Sasuke Uchiha : Aku maunya dengan Wulanz kok..XDD
Meliana Pratiwi : Sasuke, kau aneh.
Edu Chester Agritama Shinoda : Sasuke-san, jangan nganggu nii-san kuu. Bukan muhrim !!
Sasuke Uchiha : Hn, memang kenapa ?
Wulanz Aihara Uchiha : SASUKE, JANGAN BUAT NADIKU PUTUS !!
Sasuke Uchiha : Hn, biarin. Uchiha mendapat semua keinginannya, jadi kau nggak bisa nolak. XDD
Wulanz Aihara Uchiha : Ha’ Urusaii
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Ulquiorra Schiffer : Saatnya berbuka puasa *nyeruput teh hangat*
Lima menit yang lalu melalui Facebook Seluler-Suka-Komentari
Grimmjow Jaegerjaques :  Hei, muka pucat. Kau ngambil teh hangatku !!
Ulquiorra Schiffer : Diemlah kucing, jangan nunda buka puasa tahuu.
Grimmjow Jaegerjaques : Muka pucat, awas loo ngambil lagi !!
Ulquiorra Schiffer : Shut up, aku sedang makan. XDD
Syazell Apporo : Kalian seperti kucing dan anjing saja !!
Ulquiorra Schiffer : Dia yang kucing, Apporo. Saya ogah jadi anjing xDD
Grimmjow Jaegerjaques : Memang gue mau jadi kucing !!
Ulquiorra Schiffer : Emang lo kucing, Grimmjow !!
Grimmjow Jaegerjaques :  Urusaii…
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Rukia Kurosaki : My new hair style…XDD
Empat belas menit yang lalu melalui Facebook seluler-Suka-Komentari-
Byakuya Kuchiki,Siska Poll,Wulanz Aihara Uchiha dan 89 orang menyukai ini
Ichigo Kurosaki : I get back new form …
Wulanz Aihara Uchiha : Ichigo-san, udah bisa berbahasa inggris..XDD
Ichigo Kurosaki : Memang gue bodoh apa, Wulanz ??
Siska Poll : Tambah cute banget Rukia-san. Apalagi nanti anaknya *mikir*
Byakuya Kuchiki : Dan juga jadi wakil kapten divisi 13. Hati-hati kandunganmu, Rukia. *cemas*
Rukia Kurosaki : Wah, makasih ya semuanya. Oh ya, Jerukk~~ *manggil*
Ichigo Kurosaki : Kenapa ?
Rukia Kurosaki : Rambutku bagus nggak !!
Ichigo Kurosaki : Pujiannya di kamar tidur saja..
Rukia Kurosaki : *Mukul dengan sapu* MESUMM, ini puasa tahuu !!
Ichigo Kurosaki : *ringis kesakitan*
*~*~**~*~*~*~*~*~*
Sasuke Uchiha  : (angry) BAKA ANIKI
Mute-Promote-Like
Recent Responses
Wulanz_Arlan : Dasar kau, ngegangguin terus !! *ngambek*
Sasuke Uchiha : Tapi kamu suka kan *natep*
Wulanz_Arlan : *dorong muka Sasuke* Baka, kau ini !! ini puasa, dasar !!
Sasuke Uchiha : Hee’…
Naruto Uzumaki : Update terus status, teme~~
Sasuke Uchiha : Dobe, suka-suka gue donk !!
Wulanz Aihara Uchiha : Offline…BZzzZ
Naruto Uzumaki : Tulah, Dobe. Dia marah..
Sasuke Uchiha :  Biarlah, kita tunggu aja nanti. Dobe *evil smile*
Naruto Uzumaki :  Se-serem…
~*~*~*~*~*~*~*~**~*
Siska Poll : Jadikan TT #RukiaIsBack.
Enam belas menit yang lalu melalui web seluler-Suka-Komentari-
Rukia Kurosaki, Wulanz Aihara Uchiha dan 50 orang menyukai ini.
Meliana Pratiwi : Ayey, Rukia Is Back in Chap 459..
Wulanz Aihara Uchiha : Sekarang pada mulai kok !!
Ichigo Kurosaki : He’, pada ngerumpi semua. Inget puasa..
Rukia Kurosaki : Kami tidak ngerumpi., bodoh !!
Siska Poll : Kalau gitu kita adain buber yoo !
Rukia Kurosaki : Sip, sekaligus ngajak si kecil *ngelus perut*
Meliana Pratiwi : Ajak semuanya..
Ichigo Kurosaki : Memang perlu dirayain ?
Rukia Kurosaki : *nglempar bantal ke Ichigo*, wajar saja Jeruk baka !!
Wulanz Aihara Uchiha : Wee—Ichigo san tersiksa…
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Obrolan singkat antara Wulanz Aihara Uchiha—Itachi Uchiha
Wulanz Aihara Uchiha-Itachi Uchiha : Itachi-nee…
Itachi Uchiha-Wulanz Aihara Uchiha : Ya, Wulanz. Ada apa ya ??
Wulanz Aihara Uchiha-Itachi Uchiha : Kami ngadain buber, mau ikut ?
Itachi Uchiha-Wulanz Aihara Uchiha : Tentu saja, ajak yang laen boleh. Sebernanya juga saya mau ngadain. Eh—kenapa nggak langsung ke Sasuke aja XDD.
Wulanz Aihara Uchiha-Itachi Uchiha : Nggak mau dengan dia, tukang ganggu !!
Itachi Uchiha-Wulanz Aihara Uchiha : Harap maklum aja, mood nya memang kayak gitu.
Wulanz Aihara Uchiha-Itachi Uchiha : Oh, Janee Itachi Nee. Offline
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Ichigo Kurosaki : Hei kemana zanpakuto gue !!
Dua puluh menit yang lalu melalui web seluler-Suka-Komentari
Edu Chester Agritama Shinoda dan 45 orang menyukai ini
Grimmjow Jaegerjaques : Weleh, weleh. Hilang lagi *geleng kepala*
Edu Chester Agritama Shinoda : Taa-ra, di sini Ichigo san *megang pedang*
Ichigo Kurosaki : Anak kecil itu lagi, awas kauu *ngejer sampe ke monas*
Wulanz Aihara Uchiha : Ichigo-san, puasa maen kejaran. Ntar batal tahu !!
Ichigo Kurosaki : Adikmu yang duluan…!!
Ulquiorra Schiffer  : Kekanak-kanakan, Kurosaki Ichigo..
Sasuke Uchiha : *ngaktifin mata* cukupp, Ichigo. Kau ini buat masalah saja !
Wulanz Aihara Uchiha : Jangan ikut campur, Sasuke !
Edu Chester Agritama Shinoda : Test iman, Ichigo-san. *nglempar pedang ke muka Ichigo*
Ichigo Kurosaki : Urusaiiii…..XDD
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Hinamori Momo : Buka Puasa dengan Semangka dan Pisang XD
Tiga belas menit yang lalu melalui web seluler-Suka-Komentari.
Hitsugaya Toushirou, Abarai Renji dan 32 orang menyukai ini
Hinamori Momo : Nyamyy, *makan buah semangka*
Abarai Renji : Hinamori, minta pisangnya dong !
Hitsugaya Toushirou : Dasar babon, kerjaannya makan pisang.
Abarai Renji : Hee’, bukannya taichou penggemar semangka.
Hinamori Momo : Kalian ribut lagi !!
Hitsugaya Toushirou : BABON !!
Abarai Renji : TAICHOU PENGGEMAR SEMANGKA !!
Hitsugaya Toushirou : *Ngeluarin pedangnya* Diam, kau Babon atau kuadukan pada Taichoumu.
Abarai Renji : Kau juga, atau kupanggilkan Hinamori.
Hinamori Momo : Apa ?
Hitsugaya Toushirou : Hyourimaru, bekuin dia !!
Abarai Renji : *Bekuu* Memang keras kepala !
~*~*~*~*~*~*~*
Deidara Akatsuki: Un, saatnya main petasan *Jdhuarr..*
Sepuluh menit yang lalu melalui Facebook seluler-Suka-Komentari-
Sasuke Uchiha, Ichigo Kurosaki dan 60 orang menyukai ini.
Ichigo Kurosaki : Ayey maen petasan..
Sasuke Uchiha : Bukannya nanti di marah oleh istrimu !! *noleh*
Deidara Akatsuki: Nggak apa-apa,Un. Ayo kita mulai. *Jduarh..Jduarh*
Sabaku No Gaara : Bagaimana digabung dengan pasirku saja !
Deidara Akatsuki : tentu saja, un !
Rukia Kurosaki : Beriisiik KALIAN !!! Dan—Kau *Nyeret Ichigo* Tidak kuberi ampun !
Wulanz Aihara Uchiha : Dasar, memang aku ini babbysittermu apa ? *Nyeret  Sasuke*
Sasuke Uchiha : Siapa bilang kau babbysitterku? Bukannya kau--*Kena pukulan* Aw , sakit !!
Wulanz Aihara Uchiha : Diam, sekarang ku aduin dengan Itachi-san!
Sabaku No Gaara : Aneh, banget mereka !!
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*Buber*~*~*~*Buber***~*~*~*
Sakura Haruno : Memasak bareng Yamanaka Ino, Wulanz Aihara Uchiha, Rukia Kurosaki, Hinamori Momo, Rangiku Matsumoto, dan Hinata Hyuuga untuk buka puasa bersama.
Dua puluh menit yang lalu melalui Snaptu-Suka-Komentari
Wulanz Aihara Uchiha dan 100 orang menyukai ini
Rangiku Matsumoto : Kemana Orihime ?? *celingak-celinguk*
Sakura Haruno : Dia sedang menyiapkan piring ya segalanya …
Wulanz Aihara Uchiha : Menggoreng ayam. *ongseng..ongseng*
Sasuke Uchiha : Mana tomat ?? *datang tanpa hawa kehadiran*
Sakura Haruno : Sasuke-kun, bantuin sono laki-laki. *dorong kencang-kencang*
Sasuke Uchiha : Aku mau dengan Wulanz *dilempar Tomat oleh Wulanz* Thanks *kabur*
Hinamori Momo : Dia siapanya kau, Wulanz *ngasih cabe*
Siska Poll : Sepertinya akan berjalan lancer, Bubernya. Aku bantu Inoue-san dulu !!
Rukia Kurosaki : Sudahlah ini lagi puasa, mendingan kita selesain dulu masaknya.
Wulanz Aihara Uchiha : Jangan terlalu lelah, Rukia-san.
Rukia Kurosaki : Tidak apa-apa..:D
Sakura Haruno : Apa maksudnya ??
Rangiku Matsumoto : Cukup, cukup. Kita ngerumpi malahan.
Wulanz Aihara Uchiha : Baiklah.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*Buber*~*~*~*Buber***~*~*~**~*~*~**~*~*
Gin Ichimaru : Huft, lelah..:(
Empat belas menit yang lalu melalui E-Buddy-Suka-Komentari-
Ichigo Kurosaki, Kira Izuru, Sabaku No Gaara dan 70 orang menyukai ini
Sasuke Uchiha : *Kraak* Aw, sakit semua..
Ichigo Kurosaki : Sudah disiksa ngidamnya Rukia, sekarang harus nyiapin Buber !
Hisagi Shuhei : Lebih baik tidur aja deh !! *Nap..*
Itachi Uchiha : Ototou-chan, sudah bersih-bersihnya.
Sasuke Uchiha : Baka Aniki, lihat saja sendiri !!
Gin Ichimaru : Yee, puasa..puasa. marah-marahan !! Tidak boleh..tidak boleh.
Hitsugaya Toushirou : Ternyata melelahkan juga.
Abarai Renji : Hitsugaya-Taichou, mendingan siapin gelas untuk kita !!
Ichigo Kurosaki : *nglempar kemoceng ke Renji* Dasar babon, Ini puasa !
Sasuke Uchiha : *Ngaktifin mangekyou Sharinggan* SHUT UPP
Semua terkapar tak berdaya…BzZzZzZ
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*Buber*~*~*~*Buber***~*~*~**~*~*~**~*~*
Kali ini paling panjang dan kemungkinan penutup Part 6 [Semua Character Bleach dan Naruto yang diundang ke Buber juga karakter tambahan] ~~
Wulanz Aihara Uchiha : Buka Bersama dengan Nikmat *BZzZzZz*
Tiga puluh menit yang lalu melalui Snaptu-Suka-Komentari-
Rukia Kurosaki, Siska Poll, Sasuke Uchiha  dan 200 orang menyukai ini.
Edu Chester Agritama Shinoda : Semuanya pada pake baju bagus semua *mandang*
Kiba Inuzuka : Mejanya panjang amat nih, juga makanannya *ngiler*
Yamanaka Ino : Ya ampun, Shika. Dia malahan tidur, hadeh~~
Sasuke Uchiha : Hei, *manggil Wulanz* Duduk berhadapan saja denganku *Sweetsmile*
Wulanz Aihara Uchiha : Nggak mau, penggemar tomat !!
Rukia Kurosaki : Nii-sama, belum datang ya !
Ichigo Kurosaki : Kenapa nggak nghawatirin aku sih ?
Rukia Kurosaki : Diem, nggak jerukk !!
Hitsugaya Toushirou : Mendingan duduk di sini aja !
Abarai Renji : Duduk di mana gue ?
Uryuu Ishida : Duduk di lantai khusus untukmu, Abarai !!
Abarai Renji : Dasar mata empat !!
Uryuu Ishida : *Urat nadi keluar* Dasar babon !!
Byakuya Kuchiki : Udah beduk nih, mari  berbuka !! *mulai nyantap*
Yachiru Kusajishi : Enakk~~
Siska Poll : Hei, makannya pelan-pelan donk. Nanti kesedak !
Edu Chester Agritama Shinoda : Uenakk..tenan *uhuk..Uhuk*
Sasuke Uchiha : Makanya jangan bicara, kalau makan !
Orihime Inoue : Taaraa—ini bolu pisang !!
Abarai Renji : Kesukaaanku !!
Chouji Akamichi : Sinii…punyaku !!
Naruto Uzumaki : Kalian berdua ribut aja, iya kan Wulanz-chan~~
Sasuke Uchiha : *Nglempar sendok* Jangan makan saat bicara, DOBE !!
Hitsugaya Toushirou : Dasar babon, lihat pisang langsung sambet !!
Rangiku Matsumoto : Gin, tumben makannya banyak.
Gin Ichimaru : Habis enakk banget, tambah malahan.
Itachi Uchiha : Kemana suara Ichigo dan Rukia-san.*celingak-celinguk*
Ichigo Kurosaki : Apa Uchiha-san, *lepas dari sekapan Rukia* Ah, kau ini Midgett !!
Rukia Kurosaki : Mulutmu bisa nggak dijaga, ada Nii-sama.
Sakura Haruno : Memang ngomong apa ?
Meliana Pratiwi : Palingan panggilan sayang.
Wulanz Aihara Uchiha : Selesai, makannya.
Sasuke Uchiha : Akuu juga.
Wulanz Aihara Uchiha ; Jangan ikut-ikut, Sasuke !! *nyeret mundur Sasuke*
Sasuke Uchiha : Kita ke belakang sama—Adaww, sakit *habis dilempar sapu sama Wulanz*
Siska Poll : Poor Sasuke..!!
Sakura Haruno : Kenapa dia selalu dengan Wulanz sich !
Neji Hyuuga : Cemburu, kau. Sakura.
Grimmjow Jaegerjaques : Hei muka pucat, diem amat loo !!
Ulquiorra Schiffer : Sudahlah kucing, kau habiskan aja ikanmu.
Byakuya Kuchiki : Kalian mau  makan atau berantem. Ha’ !!
Shikamaru Nara : Ino, kau sudah habis belum ---huam *nguap*
Yamanaka Ino : Sudah—eh, tumben nanya ?
Hitsugaya Toushirou : Kenapa orang pada aneh semua ?
Ichigo Kurosaki : Yang aneh lo, Toushirou !!
Hitsugaya Toushirou : *Nglempar pisang* Masih saja manggil gue Toushirou !!
Ichigo Kurosaki : Kalau lempar pisang jangan denganku donk ! Dengan Renji soono..
Itachi Uchiha : Weeh, pada ribut semua. Apa nggak tahu sekarang mau sholat maghrib !!
Edu Chester Agritama Shinoda : LAMBANN…
Byakuya Kuchiki : Scatter Senbozakura…
Abarai Renji : Cootto matte, Taichou~~
Wulanz Aihara Uchiha : Ada apa---Heii, kenapa berantakan semua !!
Sasuke Uchiha : Kacau semua ~~
Ichigo Kurosaki : Hadehh, gini nih kalau dia udah --*pingsan*
Sabaku No Gaara : Syukur nggak kena.
Rangiku Matsumoto : Dasar kalian !!
Yamanaka Ino : Dasar Laki-laki, tukang ribut aja !!
Shikamaru Nara : Tidak termasuk aku.
Naruto Uzumaki : Makananku~~~
Deidara Akatsuki : Jduarh..Jduarh..
Itachi Uchiha : *Ametarasu*
Sasuke Uchiha : Tunggu, Baka Aniki !!
Wulanz Aihara Uchiha : Weeehh, semua kacau. Tolongg~~
Sasuke Uchiha : *meluk* tenang aku ada  disini.
Gin Ichimaru : Siapa duluan coba nih ?
Siska Poll : Siapa?
Meliana Pratiwi : Nggak, bukan akuu..
Wulanz Aihara Uchiha : Jangan cari kesempatan, Baka !!
Rukia Kurosaki : Ichigo..Ichigo~~
Ichigo Kurosaki : Sini, aku peluk !!
Edu Chester Agritama Shinoda : Semuanye pada maen peluk..
Deidara Akatsuki : Ckckckck…XDD
Ulquiorra Schiffer : BzzZZZZZZZZ…
Buka Puasa untuk pertama kalinya, hancur total *ERRRORR*
**~*~*~*~*~*~*TBC*~*~*~*~*
Waduh pada kacau semua, nggak ada yang bener.  Malahan babak belur dihajar massa.
Sudah ah, untuk part ini nggak ada dialog penutup tambahan. Karena semuanya terkapar !!
Salam
*Mohon review*

Minggu, 07 Agustus 2011

Berryz Koubo - Maji Bomber !! (Dance Shot) -Natsu Jan !

Cukup Videonya saja, yang Liriknya besoknya..

Shocking For Something


Sebernanya mood untuk membuat cerita ini nggak ada, tapi keinginan yang terus memaksa pada akhirnya saya akan menulisnya dengan segala kekurangan pasti di dalam cerita ini.
Gomenasai~~
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Kau mau tahu jawaban, Kurosaki. Adikku akhir-akhir ini menderita sakit panas, bagaimana kau ini ? Beginikah sikapmu selama ini terhadap adikku ??” Suara menandakan amarah sudah memuncak di benak Kuchiki Byakuya terhadap laki-laki yang telah menjadi adik iparnya. Wajah panik wanita menggoyangkan pelan badan suaminya.“Apa ada yang salah pada diriku, Ichigo” , laki-laki itu tertunduk lesu. Kemudian Pria itu merubah raut wajahnya“Ternyata..”
.
.
.
Disclaimer : @Tite Kubo.
Rated : T
Warning: Biasa author tidak memerhatikan EYD, typo bertebaran AU OOC.
@Gracia De Mouis Lucheta
Summary  : Bagaimana kepanikan seorang wanita yang menginginkan hamil dan juga seorang laki-laki akan memeriksa pasien yang ternyata tak lain..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
.
.
.
Gerimicik air turun derasnya jatuh menyusuri tanah hingga terdengar aliran menari-nari gembira menepi pada kelopak-kelopak bunga berjuta warna. Ya, mengapa air itu mengalir menimbulkan kesenangan bagi yang menyukainya. Suara itu mendengungkan di setiap pohon, sungai, bahkan laut luas sekalipun juga di atap rumah hingga membuat semilir indah menikmati dinginnya suasana.
“Nggh—“ Desah seorang wanita terbangun dari tidur nyenyaknya kemudian bangkit dari tempat tidurnya, dia mengucek matanya hingga sinar matanya terpancar indah dengan melihat bayangannya di cermin riasnya.
Wanita beiriskan violet itu melirik sebentar dan tersenyum tipis terhadap laki-laki masih pulas untuk menghilangkan rasa kelelahan akibat pekerjaan dipagi hingga sore tiada istirahat hingga pelampiasannya tepat di tempat tidur yang nyaman.
Sekali lagi, wanita itu tidak menyangka kalaulah ia bukanlah gadis tapi dia telah menjadi wanita seutuhnya untuk melayani pendamping hidup sampai akhir hayatnya. “Apakah aku belum bisa membahagiakan dia” batin wanita itu meratap tubuhnya tidak menunjukkan perubahan sekalipun.
Wanita memiliki iris violet melangkah ke kamar mandi dan menyegarkan diri, sabun  beraroma lavender menyusuri lekuk tubuhnya. Dia mengingat perkataan temannya dua hari yang  lalu,
Flashback—
Cuaca cerah menyusuri bagian dunia ini, kerumunan orang bergesa-gesa untuk menikmati suasana siangdengan kicauan burung yang menghinggapi setiap pohon di kota karakura.
Ya, diseberang suara wanita membicarakan kehidupan bersama keluarga kecilnya. Wanita berambut cokelat panjang bergelombang dan satunya lagi berambut hitam pendek duduk di Café tepat samping Karakura hospital, tempat suami mereka bekerja.
“Rukia, bagaimana kehidupan kalian. Apakah berjalan lancar” Tanya wanita itu menatap lembut iris violet milik wanita tepat dihadapannyaa. Dia membisu tanpa ucapan keluar dari bibirnya, awalnya dulu shinigami itu tak bisa mencintai seseorang.
Hal itu tak menampik dirinya yang sudah berstatus istri dari seseorang shinigami pengganti dan dokter termuda kedua setelah suami dari wanita yang berada dihadapannya ini. “Inoue, menurutmu ??”
Wanita yang dipanggil Inoue, yang lebih lengkapnya Uryuu Inoue karena dia sudah menikah dengan Ishida. Mereka menikah 2 bulan yang lalu, alangkah bahagianya juga dia sekarang mengandung 1 bulan.
Sedangkan wanita yang bernama Kurosaki Rukia itu belum menunjukkan apa-apa, terbersit kegelisahan di raut wajahnya. “Rukia, jangan sedih .Pasti kalian akan mendapatkannya” Inoue menepuk pelan bahu sahabatnya dengan senyum terpancar dari wajahnya.
Flashback Off
Tes..tes..cairan bening memupuk dimata iris violet miliknya, bagaimana tidak saat ini dia belum memberikan kebahagiaan untuk suaminya. Sungguh sorot mata sendu yang tanpa dia sadari tangan kekar memeluknya dari belakang.
“Nyonya Kurosaki, kenapa menangis ?” sang pemilik tangan kekar itu membalikkan tubuh istrinya tepat dihadapannya.
“Aku tidak apa-apa, Ichigo.” Suara lirih terdengar dari wanita mungil yang masih berhandukkan kimono melekat di tubuhnya. Dia pun menoleh berlawanan arah mata suaminya yang memiliki mata amber dengan mencoba melepas tangan kekar itu dari bahunya.
Suami wanita itu memaksa istrinya untuk face to face, sang wanita itu tak bergeming untuk tak menatap sorot mata tajamnya. “Rukia, kau mempermasalahkan tentang—“
“—Tentang kehamilan.” Potong Rukia cepat hingga sorot matanya terlihat jelas terpancar tepat di wajah suaminya.
Ichigo menggaruk kepalanya dan senggukan kecil, “Istriku yang manis, ternyata tidak sabaran ya !” Seringai tipis di raut wajah suaminya.
GYAAA, injakan kaki mungil Rukia sukses membuat Kurosaki Ichigo meringis kesakitan. “Dasar mesumm..”
“Tadi kau bilang—“
“Lupakan”
“Sudahlah, ayo mengakulah !!”
“Kau ini menye—“ Sentuhan bibir Ichigo mampu membungkam ocehan istrinya hingga wajahnya bersemu merah seperti strawberry.
Can we start again
Can we start again
Alunan dering hanphone milik Ichigo menghentikan ciuman selamat pagi dan dia mengangkat panggilan di layar I-Phonenya.
“Moshi..Moshi”
“Kurosaki, sudah jam berapa ini ?? Masih saja terlambat, hari ini kita mendapat banyak pasien. Cepatlah datang” Suara keras memekakkan telinga Kurosaki Ichigo.
“Ishida, kau ini teriak-teriak ! Kau mau membuat telinga ku tuli karenamu, dasar kau.”
“Sudahlah, Kurosaki.—Aku dapat pasien..Jane~~” Ishida menutup panggilannya.
Sang pemilik mata amber itu geram mendengar ocehan setiap pagi dari Ishida yang selalu mendengungkan telinga hampir mau pecah.
“Mandilah, daripada kena marah lagi dengan Ishida.” Sentuhan tangan mungil menggelayut manja di piyama milik suaminya itu.
Heh, tampaknya istrinya mau bergulat lagi setelah kemarin dia sakit. Seringai mesum tersirat di bibir seksi milik Kurosaki Ichigo. “Wah..Wah, ada yang manja nih ! Ayo kita mandi bareng.”
JDUAGG, “Kalau mau mandi. Mandi saja sendiri, aku mau nyiapin sarapan dulu.” Pukulan tangan Rukia mampu membuat Kurosaki Ichigo meringis kesakitan. “Ya deh, tapi malam nanti kita bermain lagi.” Ucap pemilik mata amber itu dan berlalu menuju kamar mandinya.
“Dasar..” Wanita itu mengganti kimono mandinya dengan memakai dress pendek berwarna ungu muda disertai renda kecil menghiasi tepiannya. Rambut pendeknya di kuncir menyamping dan lipgoss strawberry memperindah bibirnya.
“Ck, selesai.” Dia pun beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang akan berangkat kerja, di sela sebagai ibu rumah tangga. Dia masih seorang shinigami yang menjalani tugas sebagai mestinya walau suaminya melarang untuk melakukannya.
Setelah turun dari lantai dua, Rukia mulai melapisi roti dengan selai kacang dan membuat dua cangkir teh melengkapi meja kecil mereka. Adukan sendok menari-nari hingga gula telah larut menciptakan rasa manis teh tersebut.
Tak berselang lama menit, sang suami. Kurosaki Ichigo menuruni tangga kemudian beranjak ke dapur tempat istrinya menggeliat menyiapkan sarapan untuknya. Dengan mengenakan kemeja biru dilapisi jas putih serta name tag bertuliskan “dr.Kurosaki Ichigo”  juga bercelana polos hitam dan tas yang selalu dibawanya bekerja.
“Ohayou~~” Pelukan hangat dari suaminya membuat Rukia kaget.
“Ichigo, kau sudah terlambat bekerja. Nanti ocehan Ishida muncul lagi” desis Rukia.
“Iya, tapi cium aku dulu.” Rengek dokter Kurosaki Ichigo menyentuh kulit halus milik istrinya.
“Nggak..” Tolak mentah-mentah permintaan Ichigo.
“Kalau nggak mau, aku tak akan pergi” Ancam Ichigo mengeluarkan aura mengerikan.
Bulu kuduk Rukia merinding akan aura yang dikeluarkan oleh suaminya, dia membalikkan tubuhnya dan dengan singkat memberi kecupan bibir kepada pemilik mata amber tersebut.
“Sudah kan, cepatlah sarapan—“
“Baiklah, Nyonya Kurosaki” Seringai Ichigo yang kemudian melepaskan pelukannya dan menyantap roti selai kacang buatan istrinya tersebut.
“Ichigo, hari ini pulang jam berapa ?” Tanya Rukia juga memakai sedikit roti buatannya.
“Hum, kira-kira jam 11 malam. memang—, apakah kita akan bergulat lagi.”
Muncul semburat merah tipis terbersit di wajah Rukia, spontan dia menggembungkan pipinya pertanda kesal terhadap suaminya.
“Waduh, ada boneka lucu banget nih tepat dihadapan dokter Ichigo.” Dicubit pipi Rukia walaupun telah menjadi istrinya, dialah masih tetap seperti anak kecil ingin meminta uang dari ayahnya.
“Aku bukan boneka, baka—“ bentak wanita beririskan violet itu dengan tatapan membunuh.
“Iya-iya, Rukia sayang. Oh ya, masih melaksanakan tugas shinigami seperti biasa.” Tanya Ichigo.
“Hn, memang kenapa coba ? apakah kau mau melarangku untuk melakukan itu, Ichigo ?” Desis Rukia menyeruput teh hangat di atas mejanya.
“Tidak, aku hanya berpesan jangan gegabah. Yasudah, aku berangkat—“ Kecupan kening untuk istrinya dan beranjak pergi ke Karakura Hospital dengan menggunakan mobil kesayangannya.
“Hati-hati~~” Batin Rukia.
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Di Karakura Hospital
Bau obat menyeruak kemana-mana, cairan infus melekat di kulit pucat pasien juga kantung-kantung darah dipersiapkan untuk operasi yang tercium anyir menusuk hidung. Hal itu harus dibiasakan oleh Kurosaki Ichigo, dokter muda kedua setelah Uryuu Ishida menduduki posisi pertama.
Ya, walaupun diperingkat kedua. Tetap saja dia termasuk jenius untuk menyelesaikan pendidikan kuliahnya selama 4 tahun. Diapun memasuki ruang kerjanya yang sudah dikerumuni pasien untuk dicek kesehatannya.
“Kurosaki, ini sudah jam berapa ?” Sontak langkah Ichigo terhenti mendengar ucapan temannya itu berkacamata dengan selalu memasukkan tangannya ke sakunya.
“Aku tahu, Ishida. Sudahlah aku banyak pasien..” Ucap Ichigo tak menampik gubrisan Ishida karena sudah menghentikan kakinya hanya untuk mendengar celotehannya.
Sang dokter Kurosaki menjauh dari hadapannya, “Dasar Kurosaki..” Batin Ishida menghela napasnya.      “ Ohayou, Ishida-kun.” Panggil mesra wanita berambut orange membawa sesuatu hingga penasaran apa yang dibawanya.
“Inoue, jangan berlari. Nanti anak ki—“ jari milik Inoue sukses membuat perkataan dokter Ishida itu terhenti kemudian melanjutkannya. “Tenang saja, jangan khawatir.” Ucapnya mengelus pelan perut di tutupi oleh baju long dress nya.
“Suminasen Dokter Ishida, gawat ada pasien luka bakar di kamar 104.” Ucap perawat yang menjurus kepada Ishida. Tanpa sedetikpun, dia mengikuti perawatnya menuju pasien yang telah menunggunya.
*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Di ruang dr. Kurosaki Ichigo
Dokumen-dokumen pasien telah menumpuk di mejanya, apalagi bekas-bekas suntikan telah memenuhi kotak sampah juga obat-obat yang tak kalah jumlahnya berjejer di lemarinya. Dan sekarang ia harus mengobati luka robek pasiennya yang cukup parah hingga menguras keringat di kerutan kening dokter Kurosaki Ichigo.
“Butuh bantuan, Ichigo-san” Suara itu tak menampik Ichigo menghentikan pekerjaannya karena keselamatan pasien nomor satu yang dicamkan di otaknya.
“Hannatarou, kenapa kau di sini? Bukankah di divisi 4 terlihat sibuk ?” Ucap Ichigo mengetahui siapa yang masuk kedalam ruangannya walau ia tak menoleh seinchi pun.
“An-ano, ini disuruh Kuchiki-Taichou.” Jawab Hannatarou gugup dengan keringat dingin mengucur di badannya.
“Oh,begitu. Masuklah dan bantu aku !!” Perintah Ichigo.
“Baik, Ichigo san” Hannataoru langsung membantu Ichigo untuk menyembuhkan luka robek pada pasien tersebut.
Dokter Kurosaki Ichigo melirik sebentar Hannatarou membantunya dalam pengobatan pasiennya, “Apa yang direncanakan oleh Byakuya ?” Batin dia dalam hati.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, sang pemilik amber itu menepuk pelan bahu Hannataoru. “Ada yang kubicarakan sebentar ?”. diapun mengangguk menandakan setuju untuk ditanya hal apapun.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*******~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
In The Kurosaki House.
Tuk..tuk bunyi pisau bermain di tangan mungil milik wanita beririskan violet memotong sayur wortel, dengan lincahnya memasukkan bumbu dan mengosengkan sayuran yang dipotong tadi. Tercium harum dan sedap sayuran buatan istri dari Kurosaki Ichigo.
“Sip, rasanya enak. Sepertinya aku akan membawa sayur ini ke Ichigo” Gumam Rukia mulai mengambil kotak bekal  dan memasukkan sayuran itu ke dalamnya.
Tok..tok, bunyi pintu menandakan ada tamu yang berkunjung ke rumah, segera wanita ini membuka pintu “Ohayou,Rukia..” Sontak dia kaget menatap orang yang telah dikenalnya.
“Rangiku-san..Renji, kenapa kalian kesini ? Kebetulan aku mau keluar..” Ucap lembut istri dari Kurosaki Ichigo membawa kotak bekal warna orange, warna kesukaan dari suamniya.
Selangkah Rukia meninggalkan mereka yang ada dihadapannya, “Biar Renji yang membawa kesana, Rukia..” Dia tidak mengerti maksud dari perkataan dari wanita bernama Rangiku tersebut.
“Hm, kami disuruh oleh Kuchiki taichou. Ya entah ngapa, yang jelas dia masih khawatir denganmu. Rukia” Renji menatap lurus sorot mata violet wanita itu.
“Nii-sama, apakah dia tak mempercayai Ichigo sepenuhnya..” Bathin Rukia mengelus dadanya.
Terdiam, semuanya mengatup tak bersuara. “Matsumoto, ini perintah Kuchiki Taichou..” Suara memecahkan suasana sunyi selama 3 menit yang lalu. Itu adalah kapten divisi 10, Hitsugaya Toushirou.
“Suminasen, Rukia..” Renji dan Hitsugaya meninggalkan mereka berdua terpatung menatap laki-laki berambut merah nanas dan silver itu menjauh.
Tiba-tiba pikiran Rukia tidak stabil. Badannya linglung tak berdaya dan kesadaran hilang, “Rukia, bangun..” beruntungnya Matsumoto menumpu badan Rukia di kedua tangannya. “Ya, ampun. Badannya panas..” Ucapnya panik membawa Rukia ke kamar wanita itu dan membaringkan tubuhnya kemudian menutupi dengan selimut hangat warna biru.
Segera Matsumoto menuruni tangga, tap..tap. kemudian mengambil kompres dan air hangat serta mangkok plastic untuk menampung air tersebut. juga mengambil thermometer dari kotak P3K yang terletak di ruang tengah.
Pada saat itu juga, Matsumoto meletakkan kompresnya di dahi wanita itu. Berulang kali kain itu mengurangi panas dari tubuh wanita yang bernama Kurosaki Rukia tersebut “Akhir-akhir ini, kau sering sakit, makanya Kuchiki-taichou mengkhawatirkanmu..” Bathin Matsumoto.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Di Kurosaki Room, At Karakura Hospital
“APAA..!!”Teriak Ichigo membangkitkan tubuhnya dari tempat duduknya, memikirkan perkataan Hannatarou mengenai kenapa, apa dan mengapa tentang hal ini. Terbersit  aneh rencana kakak iparnya itu. “Tidak salah kau ucapkan, benarkah itu !!” Dia menggoyangkan Tubuh Hannatoaru yang terlebih dahulu takut menatap soror mata Ichigo.
“Kurosaki, lagipula kau pasti mengerti maksud dari Kuchiki Taichou—“ Potong laki-laki berpakaian kemeja kotak-kotak dengan aksen waran biru tua dan celana jeans senada dengan warna kemeja yang dipakai.
“Renji..Toushirou, apa maksudnya ini ? Kenapa Rukia dibawa kembali ke Soul society ? Apakah dia meragukan aku…” Suara Ichigo terdengar lemah dan menundukkan kepalanya ke lantai yang menjadi pusat mata ambernya.
“Entahlah Ichigo, mungkin saja Taichou merubah keputusannya. Oh ya, ini bekal buatan Rukia. Dia susah payah membuatnya..” Renji kemudian meletakkan bekal itu ke meja kerja milik Kurosaki Ichigo.
Gumaman Ichigo terdengar ngelantur karena akibat dari ucapan Hannatarou memojokkan dirinya yang bersalah. Dia tidak bisa melindungi Rukia karena pekerjaannya,Dua hari sebelumnya wanita yang dicintainya sakit juga menimbulkan keraguan dari pikiran Kuchiki Byakuya.
“Apakah aku memang tidak berguna..”
.
.
.
*~*~*~*~*~*~**~*~*~**~*~*
Mata yang sedari memejamkan kesadarannya mulai pulih kembali, sorot mata beriris violet bersinar sendu. “Aku jatuh lagi ya, Matsumoto-san..” Lirih Rukia menatap wanita berpangkat letnan dibawah naungan Hitsugaya Toushirou  kapten divisi 10.
“Ah—um, iya Rukia-san. Badanmu panas, sudah dua hari yang lalu mengalami hal yang sama juga kan. “ Tanya wanita itu menegakkan tubuh Rukia bersender di bantal sehingga nyaman olehnya.
Rukia mengangguk pelan, terbersit  mengapa kesehatannya menurun akhir-akhir ini padahal dia tidak salah memakan apapun, juga suaminya memilih makanan yang tepat untuk kesehatannya lagipula dia seorang dokter sangat mengerti tentang makanan  yang baik.
“Rukia, kau baik-baik saja..” Suara yang mengejutkannya dan membuat tubuhnya tak berani melawan aura yang mendekat ke arahnya. “Nii-sama…” bibirnya tergigit untuk menahan rasa sakit pada tubuhnya yang sekarang ini menimpanya.
“Matsumoto Fukutaichou, bisa tinggalkan kami untuk sementara—“ Perintah Kuchiki Byakuya yang mengenakan pakaian informal maksudnya dengan kemeja biru tua dan celana polos warna hitam telah duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Fukutaichou divisi 10.
“Baik—“ Sahutnya dan meninggalkan mereka berdua di kamar.
“…”
“Ada yang ingin kubicarakan..”
.
.
.
**~~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Sore hari di Karakura Town
.
.
Matahari terbenam menandakan malam akan tiba dengan semilir dingin menusuk kulit terkadang panas juga membakar di saat itu pula. Tak lain di sebuah rumah bercat coklat muda serta beraksen tradisional modern dengan dua tingkat memungkinkan penghuni yang tinggal di sana dapat merasakan getaran kehangatan dan ketentraman.
Seorang laki-laki berpakaian putih memasuki rumah tersebut dan merebahkan diri di kursi yang berada diruang tengah. Melirik sejenak sekeliling,alangkah terkejutnya merasakan kehadiran.. “Kurosaki Ichigo, beginikah sikap seorang suami..”
Suara itu..Ya, suara itu laki-laki berambut jingga itu tidak salah mendengar akan kedatangan kakak iparnya dan tanpa sepengetahuannya masuk ke dalam rumahnya. “Ku-Kuchiki Byakuya, apa gerangan untuk datang ke sini ? tak terbersit ketakutan dari aura laki-laki itu.
“Kau mau tahu jawaban, Kurosaki. Adikku akhir-akhir ini menderita sakit panas, bagaimana kau ini ? Beginikah sikapmu selama ini terhadap adikku ??” Suara menandakan amarah sudah memuncak di benak Kuchiki Byakuya terhadap laki-laki yang telah menjadi adik iparnya.
“Memang aku tak mengurus istriku? Memang selama ini yang menjaga makanan dan segala hidupnya itu bukan AKU? Ya, kurasa tak perlu berdebat tentang masalah ini. Kalau aku memang tak becus melindunginya, buat apa dia memilihku sebagai pendamping hidupnya..” Emosi Ichigo sudah tak tertahankan lagi, baru selesai mengurusi pekerjaan di rumah sakit. Dia harus mesti menghadapi kakak iparnya ini.
“—Dan sekarang dia terbaring sakit, kau tidak mengetahuinya !! keraguanku mulai muncul, Ichigo.” Perkataan itu seolah pisau tajam menembus daging berurat nadi berisi darah mengalir didalamnya, terbersit ingin memukul atau melampiaskan emosinya.
Tapi dia tidak melakukannya, dengan menahan emosi yang sudah menggebu-ggebu hanya sebuah ukiran senyum tipis dari bibir Kurosaki Ichigo. “Kau benar kakak, tapi walaupun itu hanya satu obat yang bisa menyembuhkannya—“
Sang kapten Kuchiki Byakuya belum mengerti maksud dari adik iparnya ini, walaupun dia seorang yang pintar dan cerdas di Soul Society. Untuk hal ini dia tidak tahu, “Maksudmu ??”
Sudah diduga dokter muda itu memprediksikan kalau kakak iparnya tidak mengetahui apa yang dimaksud dari ucapannya. “Itu adalah—Aku ..” Jawaban sukses keluar dari bibirnya. “Seratus obat sekalipun ataupun sejuta obatpun, jika menyangkut kesehatan Rukia. Obat itu adalah AKU..”
Kembali terlintas di pikiran Byakuya menyimak ucapan laki-laki berambut orange yang bersusah payah mendapat restu darinya. Huh, hanya itu ucapan balasan dari Kuchiki Byakuya. “Terserah apa yang kau ucapkan. Yang jelas besok akan kubawa Rukia ke Soul Society. Paham kau !” dia pun meninggalkan ruangan itu yang sedari menjadi adu mulut panas diantara mereka.
“Cih, seenaknya saja mengambil keputusan tanpa persetujuan denganku..”
.
.
Di kamar, ya tempat paling nyaman diantara tempat yang lain karena bisa merelaksasikan tubuhnya lelah menjadi segar. Ichigo menelusuri kamar pribadinya dan melihat wanita yang dicintainya terbaring lemah. Mendengar suara kaki, wanita itu terbangun “Um, kau sudah pulang. Katanya tadi pulang jam 11..” dia kemudian menarik tubuhnya dari kasur dan melangkahkan kakinya menuju suaminya.
Sang suami mencegah istrinya untuk bangun, cemas terlintas dari benaknya kemudian mengusap pelan kening serta tangan mungil milik wanita itu. “Maafkan, aku—Rukia. Tak bisa melindungimu..” Suara Lirih terdengar sendu dan memilukan.
Tapi wanita itu tersenyum, menyentuh bagian-bagian wajah milik suaminya itu hingga terhenti di bibir tipisnya. “Aku tahu pasti kau akan mengucapkan itu, yang jelas hanya kau. Ichigo, berikan sensasi untukku..” Pinta Rukia merangsang otak laki-laki bermata amber itu.
Dan, pergulatan antara suami istri kembali—
.
.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Pagi menandakan matahari menampilkan cahaya indah menerangi bumi setiap hari, suara kicauan burung merpati terdengar selalu..selalu. Sama halnya dengan wanita yang tengah tertidur pulas karena pergulatan bersama suaminya banyak menguras tenaga.
“Nghh, sudah pagi. Ap-apa ini sudah jam 8 pagi ? Ichi-Ichigo..” Raut panik wajah milik Rukia melirik kesana kemari dan suaminya sudah tidak ada di tempat tidurnya serta dia menemukan memo kecil di meja riasnya.
Maafkan aku, sayang
Sebernanya aku ingin membangunkanmu, tapi ada telepon berisik dari Ishida.
Maka, aku harus terburu-buru.
Oh ya, aku sudah menyiapkan bubur dan teh hangat di meja. Nikmati rasanya.
Your Lovely, Ichigo.
Senyum terukir dari bibir mungil wanita beririskan violet membaca memo dari suaminya, dia meletakkan memo itu dan menyantap bubur dan teh buatan laki-laki yang dicintainya. “Hm, enakk…”
Wanita bertubuh mungil sangat menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh suaminya, dalam gumamannya walaupun sesibuk pekerjaan yang dia pikul, masih sempat menyiapkan sarapan untuknya. Sungguh suaminya yang pengertian.
“Rukia, bersiap-siaplah..” Suara datar tiba-tiba menghampiri kamarnya dengan perasaan kaget akan kehadiran kakak angkatnya. “Nii-sama, aku tidak mau ke sana. Mengapa ? Apakah kakak tidak percaya dengan Ichigo ? Hanya sakit panas, memang akhir-akhir ini aku sakit. Tapi dia yang menyembuhkanku.”.
Gertakan pelan dari adiknya membungkam apa yang ingin di ucapkannya. “Lalu apa yang dia lakukan kepadamu ? Bukankah gara-gara dia, kau jadi sakit—Rukia !” emosi dari Byakuya menghentikan acara makan Rukia yang sdari tadi ia nikmati.
“Kakak, aku tetap percaya dengan dia..” wanita beririskan violet itu bangkit dari tempat tidur dan maju kehadapan kakaknya, tapi saat itu juga dia kehilangan kesadaran dan jatuh di tangan kakaknya. ”Seharusnya dari kemarin aku membawanya..”.
“Lebih baik kita periksa ke rumah sakit, Kuchiki Taichou—“ Ucap kapten divisi 10, Hitsugaya Toushirou datang menghampiri laki-laki bermata abu dengan tatapan tajam. “Tidak ada gunanya—“ .
“Disana ada Kurosaki Ichigo yang akan memeriksanya, kemarin malam dia mengatakan kalau obatnya adalah—DIA. Jadi percayakan kepadanya ?” Potong dengan mimik serius di raut wajah Hitsugaya Toushirou tampak aneh dengan sikapnya berubah terhadap laki-laki berambut orange itu. Juga mungkin dia mendengar pembicaraan panas antara Byakuya dan Ichigo.
“Untuk terakhir kalinya …” Ucap Byakuya kemudian membawanya ke rumah sakit Karakura, tempat Kurosaki Ichigo bekerja.
.
.
*~~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
.
.
In Karakura Hospital
“Kurosaki, tumben datang pagi-pagi. Biasanya selalu terlambat, memand ada masalah apa ?” Tanya seorang laki-laki berjas putih dengan name tag “Uryuu Ishida” menyender di tembok ruangan teman sekaligus aingan terberatnya.
Yang ditanya itu menoleh dan menatap lurus mata milik laki-laki berkacamata tersebut. “Tidak ada masalah, semuanya baik-baik saja. Ishida..” Suaranya tampak terbaca oleh orang yang ditatap itu bohong karena menyimpan sesuatu didalamnya.
“Jangan bohong, Kurosaki. Dari matamu saja sudah terbaca kalau kau berbohong !! Ayolah,” Ucap Ishida yang terbersit aneh karena baru sekali inilah dia memohon untuk menyuruh temannya bercerita, sungguh hal konyol buatnya tapi..
Drap..drap suara kaki bergemuruh di lantai menunjukan sikap tergesa-gesanya seorang yang melangkahkan kaki itu. Dan tiba-tiba langsung masuk ke ruangan Kurosaki Ichigo tanpa mengetok pintu dulu. “Suminasen, Dokter Ishida..Dokter Ichigo. Ada pasien di ruang 120 yang baru masuk tadi, sepertinya istri dari---“
“Siapa Hannatarou ??” Tanya panik dari kedua dokter tersebut. tampaknya mereka menebak-nebak siapa yang masuk di ruang 120 itu. “—Istri dari Dokter Ichigo, Rukia-san..” Jawab gemetaran dari Hannatarou. Bagaimana tidak sekarang dia berkeringat dingin.
“Disana juga ada Kuchiki Taichou dan Hitsugaya Taichou…” Suara terengah-engah dari mulut Hannataoru, laki-laki bermata tersebut bukannya melangkah cepat tapi mundur beberapa langkah. “Hei, Kurosaki. Cepatlah !! Dia itu istrimu..” Bentak Ishida terhadapnya.
“Ke-kenapa aku kaku, padahal aku yang bersikeras melindunginya. Tapi kenapa harus dia yang terbaring disana ??” Suara parau keluar dari Kurosaki Ichigo terdengar sayup-sayup di telinga mereka didekatnya. “Kurosaki, tidak biasanya kau seperti ini !! mungkin ini gara-gara Rukia kan, ayolah Ichigo. Tunjukkan bahwa kamu bisa melindunginya, bukannya kau yang mengajariku itu. Kau itu seorang dokter, sewajarnya kau harus memeriksanya walau itu istrimu sendiri !!” jelas panjang lebar dari Ishida.
Raut panik dari wajah ichigo itu hilang setelah mendengar perkataan dari temannya tersebut. “Terima kasih, Ishida.” Laki-laki berambut orange itu pergi berlalu menuju ruang 120. Tampaknya terukir senyum dari Ishida, “ Hannatarou, kita bantu dia..”Perintahnya kepada Hannatarou “Baik—“
.
.
Di ruang 120
Tanpa melihat ke sana kemari, sang dokter Kurosaki Ichigo memasuki ruang itu yang kemudian secara professional. Tak terbersit kekakuan dari dalam otaknya yang jelas dia ingin wanita yang di hadapi agar selamat. Segalanya sudah dilakukan tinggal menunggu hasil dari laboratorium. “Ishida, aku akan mengambil hasilnya. Kau tunggu saja di sini” laki-laki itu menjauh dari mereka disana.
“Hei, Ishida. Tampaknya Ichigo sangat bersemangat hari ini, padahal tadi pagi raut mukanya tak bertenaga.” Ucap laki-laki berperawakan tinggi berambut merah menatap laki-laki berkacamata tersebut. “Huh, yang benar saja..” Seringai tipis keluar dari mulutnya.
Tampak cemas menunggu Kurosaki Ichigo mengambil hasil laboratorium itu, terlihat dari mimik muka kakak iparnya, Kuchiki Byakuya walau tidak terlihat tetap saja tersirat kepanikan di dalamnya. Juga ada Hitsugaya Toushirou, Abarai Renji dan Rangiku Matsumoto yang setia duduk di bangku samping ruang 120 itu.
Tap,tap suara kaki yang kelihatannya adalah laki-laki berambut orange dengan khasnya memakai jas putih melambangkan seorang dokter. Diapun memanggil kakak iparnya untuk masuk ke dalam ruang 120 tersebut.
Wanita itu bernama Kurosaki Rukia terbaring lemah sekarang menunjukkan dia bangun dari tidurnya. “Ini dimana---, Ichigo..Nii-sama kenapa aku di sini ?” Ucap panik darinya menatap lurus suaminya dan kakak angkatnya. Tersirat senyuman tipis dari ichigo “Kau ada di rumah sakit, sayang. Jangan khawatir..”
“Kurosaki, apa hasil tesnya ??” Tanya langsung menatap tajam mata amber milik adik iparnya tersebut tampaknya Byakuya tidak sabaran mendengar hasilnya. Di pasang tampang sendu hingga menimbulkan pertanyaan yang mengelilingi di otak Rukia dan Byakuya.
Wajah panik wanita langsung menggoyangkan pelan badan suaminya.“Apa ada yang salah pada diriku, Ichigo” , laki-laki itu tertunduk lesu. Kemudian Pria itu merubah raut wajahnya“Ternyata..”
“Maksudmu, Kurosaki ??” Terbersit pertanyaan menuju Kurosaki Ichigo. Sang laki-laki berambut orange itu tersenyum dihadapan kakak iparnya dan istrinya. “Ternyata kau mengandung anakku dan juga sudah satu bulan. Rukia..
Kaget bercampur bahagia, senyum sumringah diantara mereka. Bagaimana tidak ternyata sakit yang dialami Rukia itu adalah tanda-tanda kehamilannya, hanya saja suaminya ini tidak teliti dengan kondisi fisik istrinya walau dia seorang dokter. “Benarkah itu, Ichigo. Aku hamil sekarang..” Raut wajah Rukia sangat ceria.
“BENARKAH,ITU RUKIA !! KAU HAMIL” Teriakan keras yang tiba-tiba masuk tanpa permisi yaitu Rangiku Matsumoto. “Matsumoto, kau ini !!!” Bentak laki-laki berambut silver kepada wakil kaptennya tersebut.
“Sudahlah Toushirou…” Ucap Ichigo tanpa dosa terhadap kapten divisi 10 itu. Dia yang merasa tersinggung dengan ucapan laki-laki bermata amber itu adu mulut tanpa sadar mereka diantara orang banyak.
“Cukup kalian berdua..” Suara dingin khas Byakuya Kuchiki menghentikan pentengkaran diantara adik iparnya dan kapten divisi 10 itu. “Ah—Iya, apakah Rukia akan dibawa ke soul society ?” Tanya Ichigo menggaruk kepalana.
Menghela napas panjang untuk menerima apa yang akan diucapkannya. “Tidak,---tapi jika dia menderita karena kau. Maka bersiap-siaplah.” Jawab Byakuya tegas terhadap adik iparnya tersebut. ichigo hanya menatap datar dan sekaligus mengerti apa diucapkan oleh kakak iparnya dengan senyum khas dirinya. “Tenang saja, kau tak perlu khawatir..”
“Ah—um, Ichigo..” Suara Rukia menggerakkan tangannya dengan isyarat menyuruh Ichigo mendekat kepadanya. Sang laki-laki berambut orange itu mengangguk dan mendekat, wanita itu berbisik sesuatu yang mengejutkan.
“AP—APA !! KAU NGIDAM,RUKIA !!” Teriak Ichigo kaget dengan ucapan Rukia tadi. “Iya, aku ngidam. Jadi kau harus turuti, kalau tidak bakal kena akibatnya.” Seringai tajam mengarah ke Ichigo.
“Kurosaki, selamat ya. Ternyata aneh juga tanda –tanda kehamilannya baru muncul ketika sudah satu bulan­..””Ucap Ishida bersama istrinya, Inoue yang melambaikan tanganya menuju Rukia.
“Iy-iya, jadi kapan kau ngidamnya. Rukia ?” Tanya lembut dari suaminya, Kurosaki Ichigo.
“SEKARANG..”
“N-NANI ? Tidak bisa besok..”
“NGGAK…”
“AYOLAH, AKU BANYAK PEKERJAAN—“
“Kurosaki, biarlah aku yang menanggung selama satu minggu. Jadi layanilah istrimu..” Potong Ishida menepuk pelan bahu temannya.
“Terima kasih, Ishida.” Sahut Rukia.
“….”
“Bakal menjalani hari yang melelahkan..” Bathin Ichigo.
.
.
.
.
“ICHIGOO..”
“APAA…”
“SEKARANG JUGA KAU BELI STEAK SUPER PEDAS NGGAK PAKE LAMA..”
*Pingsan di tempat..”
OWARI^^