Rabu, 29 Desember 2010

Opening Bleach 13 [Full Lyrics] Ranbu No Melody


Lyrica Ranbu No Melody
Shizuka ni shizuka ni maku wa kiri otoshi
Kakusei no yoake ni aoi honou

Miwatasu kagiri no yami to katto wo te saguri no hibi
Bokura wa make wo shiranai yowasa wo
Dakishime aruita

Atarashii kiba de jidai wo kizame

Shizuka ni shizuka ni makuwa kiri otoshi
Kakusei no yoake ni aoi honou
「Mamoritai anata」ni deaeru sono hi made wa
Yuushu nobi yori me no mae no teki wo

Kokoro nai kotoba hoko saki subete wo nomi komi aruita

Tsukareta hushin wa jishin ni neji mage

Kurushikute nige takute maga sashita mirai wa
Yume egaita bokura to tooi tokoro de
Jikan nante hosou nante kechi rashite hohoenda
Ano koro nani mo kowaku nakatta ro?

Shizuka ni shizuka ni maku wa kiri otoshi
Kakusei no yoake ni aoi honou
「Mamoritai anata」ni deaeru sono hi made wa
Yuushu nobi yori me no mae no teki wo

Itoshikute itoshikute hoka ni wa nani mo nakute
Koko kara miwatashita keshiki zenbu
Matomete tsurete itte ageru sa hanasanai de
Zutto nari yamanu ranbu no MELODY

Quietly  Quietly  Slice the curtains down
Pale blue flames flare to life  On the dawn of awakening

Darkness extending as far as the eye can see  And discord  Day after day of fumbling along
Holding  A weakness that knows nothing of defeat  We  Walked on
Carve out an era  With brand new fangs

Quietly  Quietly  Slice the curtains down
Pale blue flames flare to life  On the dawn of awakening
Until the day  I meet  "You whom I want to protect"
I'd rather take down the enemies before me  Than go out with a bang

Swallowing  The full brunt of  Thoughtless words  I walked on

Twist exhausted doubt  Into confidence

So agonising  It makes me want to run away  And fraught with the devil's temptations  The future is
A far cry  From what we dreamt of
We used to kick up a riot  With no regard for time  Or what others might think  And smile
We weren't afraid of anything back then, were we?

Quietly  Quietly  Slice the curtains down
Pale blue flames flare to life  On the dawn of awakening
Until the day  I meet  "You whom I want to protect"
I'd rather take down the enemies before me  Than go out with a bang

So precious  So very precious  That nothing else matters
Every bit of  The view  Spread before me here
I'll consolidate all of it  And bring you there  So don't you let go
The melody of a wild dance  That won't ever stop sounding




Ichigo x Rukia Pic

 Keren-Keren deh My Pic aku dapat. mau lihat lebih banyak klik di Wulan Aihara Uchiha

Ini Sebagian Pic Ichiruki yang aku Upload dari Facebook.....

Selasa, 28 Desember 2010

Naruto...Pic

 Ini, Ada sembilan pemilik cakra yang berkekuatan besar.. di antaranya ada Gaara, Yugito Nii, Killer Bee dan Naruto sendiri wkwkwk

 Ada sembilan yang dapat kita lihat bentuknya, lucukah atau seremkah wkwkwk......
Salah satunya adalah Kyuubi yang menyerang Konohagakure sehingga Holage ke 4 didesak oleh Madara Uchiha untuk menyerahkan Kyuubi yang ada di tubuh istrinya Kushina Uzumaki. akan tetapi ditolak dengan Minato dan pada akhirnya Madara marah dengannya dan melepas paksa Kyuubi itu dengan memberi ancaman kepada Minato jika dia ingin anaknya hidup "Naruto" maka serahkan...!!
tentu tidak jawabannya dengan teknik si kilat kuning cepat membawa istrinya dan anaknya  di tempat yang aman. dan pertarungan mereka dimulai kembali

Senin, 27 Desember 2010

Gambar Ichiruki

Love In Five Boys Part 6

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance,Hurt
Pairing : SasuXSaku, ShikaxIno,NaruxHina
DON'T LIKE DON'T READ
Love In Five Boys ! BestFriends
Horee, kembali lagi gi Fic saia satu ini ! banyak yang minta Update dengan saiaa. Jadi harus di buat dehh…
Di sini saya akan menceritakan Sakura akan memilih di antara dua pilihan " Pergi Ke Korea atau Kakaknya yang pergi ke sana". Tapi jika kakaknya pergi, band yang baru pulih dari konflik akan rapuh tanpa kakaknya, akankah Sakura pergi ke Korea meninggalkan temannya terutama orang dicintaii…
SASUKE…
Flashback OF Chapter 5
"kakak, ada apa ?" Tanya Sakura
"Sa-Sakura, ay-ah ma-suk ru-mah sakit." Ucap Sai terbata-bata
"a-apa, AYAAAH." Jerit Sakura.
"Ayah masuk rumah sakit karena sakit jantung." Ucap Sai lagi
"jadi kita harus~" perkataan Sakura terpotong oleh ucapan kakaknya.
"kita harus pergi ke Korea.." ucap Sai.
….~~~~~~~~~~~…
"Sakura membisu tanpa mengucapkan kata apapun, dia berpikir bagaimana cara agar kakak tetap di Konohagakure dan ada yang merawat ayah disana ? tapi apakah aku harus meninggalkan teman-temanku !. Sakura menutup matanya dengan kedua tangannya.
Sai mendengar rintihan mata Sakura, dan segera membuka pelan tangan Sakura. Sai menghapus air mata dari pipinya, dan suara Handphone Sakura memecahkan keheningan.
Pip…pip…
"haloo, Sakura !" ucap Sasuke.
"Sasuke, ada apa ?" ucap Sakura terdengar sayup di telinga Sasuke.
"Sakura, kau tidak apa-apa kan !" cemas Sasuke.
"Tidak, Sasuke !" ucap Sakura.
"oh ya ! hari ini ada acara nggak ? aku mengajakmu ke suatu tempat" ucap Sasuke.
"tidak, Sasuke ! ke suatu tempat dimana ?" Tanya Sakura.
"nanti saja ! aku jemput jam 7 malam ! see you my honey !" tutup Sasuke terdengar telinga Sakura.
Sakura meletakkan Handphone dalam kantongnya, dan menetapkan hatinya untuk berbicara kepada kakaknya..
"kakak, aku akan pergi ke korea ! tapi~" ucap Sakura terpotong.
"tapi apa Sakura ?" Tanya Sai.
"kakak tetap di sini ya !" jawab Sakura dengan senyumnya.
"Sakura, bagaimana dengan teman-temanmu !" ucap Sai
"tidak apa-apa, Kak ! mungkin Sakura datang di festival nanti untuk mendukung kalian" ucap Sakura dengan mantapnya.
"SAKURA…" ucap Sai
"kakak, pesan tiket untukku besokk !" pinta Sakura
"ya, baiklah Sakura !" ucap Sai
Sakura pun meninggalkan kakaknya sendirian di lantai bawah, akan tetapi Sai masih memikirkan isi dari surat tersebut.
Sai jangan bilang kepada Sakura tentang hal ini karena ayah diancam terus menerus. Ancaman itu meminta Sakura yang ke Korea dan harus bertunangan dengan…..
Adik dari Sasori The Red Sand..
"apa yang harus ku lakukan ? apakah aku akan mencegah Sakura ? tapi bagaimana dengan band ini ?" ucap Sai mengeram tak karuan di bebankan masalah ini.
"Sakura, kenapa kau harus yang melakukan ini !" ucap Sai menekan tangannya dengan kuat hingga darah mengalir deras di tangannya.
Dan beberapa menit kemudian, Sakura turun dari kamarnya dan melihat kakaknya tengah mengenggam tangannya hingga mengeluarkan darah.
"Kak,~ aku ta-di" ucap Sakura terpotong dan dengan mimik panik langsung melihat tangan kakaknya tengah berlumuran darah.
"Kakak, kenapa ? jangan mencemaskan aku ! aku bisa kok ngadapin ini semua !" ucap Sakura mengambil kota P3K dan membersihkan darah ditangan kakaknya.
"Sakura, tak apa-apa kau sendirian ke sana " ucap Sai.
"memang kenapa, kak ! ada masalah ya ? Tanya Sakura.
"eh, tidak Sakura. Sudah pergilah sepertinya sudah dijemput Sasuke tuh !" ucap Sai menunjukkan Sasuke sudah keluar dari mobil Sportnya.
"Iya, kak ! ayo kita keluar.." ucap Sakura menarik tangan kakaknya keluar menemui Sasuke.
"Sakura, kau cantik sekali !" puji Sasuke.
"eh, jangan ngegombal ah !" ucap Sakura mencubit pipi nan putih Sasuke.
"Aw, sakit Sakura.." ucap Sasuke meringis kesakitan.
"sudah mesra-mesraannya" celetuk Sai
"Sai, tanganmu kenapa ?" Tanya Sasuke menunjuk tangannya diperban.
"ti-tidak apa2, Sasuke ! sudah pergilah tapi ingat jangan malam-malam" ucap Sai
"sipp, kak ! ayo Sasuke.." ucap Sakura yang telah memasuki mobil sportnya Sasuke.
"Sasuke.." panggil Sai.
"tolong jaga Sakura ! " pinta Sai.
"tentu saja, teman !" ucap Sasuke yang kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Setelah Sasuke dan Sakura pergi meninggalkan Sai seorang diri, Sai menggumam lagi " Sasuke, coba kau tahu hal ini, pasti kau takkan membiarkan Sakura pergi,..tapi ini keputusan Sakura, aku tak bisa membantahnya."
Sasuke membawa ke suatu tempat yang telah disiapkannya.. Sakura hanya mengucap "wahh, Sasuke Indahnya malam ini denganmu"
"Sakura, ini spesial buatmu." Ucap Sasuke mendorong pelan pacarnya
"ah, Sasuke ! kau romantis sekali.." puji Sakura.
Tiba-tiba tangan Sasuke memeluk pinggang Sakura dari belakang, diciumnya rambuk pink milik Sakura. Harum wangi Cherry menghipnotis yang menghirupnya. Sakura merasa geli dengan perlakuan Sasuke dengannya.
Sakura menekan tangan kekar Sasuke untuk tetap pada posisinya, dengan tangan Sakura mengenggam tangan Sasuke..
Sasuke membalikkan tubuh Sakura tepat dihadapannya, dia mendekatkan wajahnya dan ia senderkan wajahnya di bahu Sakura. Sakura berblushing ria dan memeluk Sasuke dengan kedua tangannya dengan erat.
Kemudian Sasuke mempersempit jarak antar mereka berdua..
3 cm..
2 cm..
1 cm..
Sasuke mengunci bibir Sakura dengan kecupan manis, tak ingin dilepaskan Sasuke menekan posisinya itu dengan melingkarkan tangannya di leher Sakura. Mereka menikmati kecupan manis tersebut dengan diiringi angin lembut menyanyi untuk dua sejoli ini.
Setelah beberapa menit kemudian, Sasuke melepas kecupan itu, Sakura dengan wajah memerah duduk di kursi yang disiapkan oleh Sasuke.
"Sasuke.." panggil Sakura.
"Hn.." ucap Sasuke menyusul Sakura dengan duduk berhadapan dengan Sakura.
"Sasuke, a-aku mau pergi ke korea besok." Ucap Sakura menghela panjang
Sasuke tersedak mendengarnya, segera Sakura mendekat dan mengelus pelan leher Sasuke..
"kau, mau pergi ke Korea besok ! memang ada keperluan mendesak kah, Sakura" ucap Sasuke.
"Ayahku Sakit, Sasuke ! jadi aku yang harus pergi ke sana ! maafkan aku akan meninggalkanmu" ucap Sakura.
" tak apa-apa, Sakura ! aku besok mengantarmu ya !" ucap Sasuke mengelus pelan rambut Sakura.
"arigatou, Sasuke ! beruntung aku mempunyai pacar sepertimu." Ucap pelan Sakura.
"enn, Sakura, ini !" ucap Sasuke melepas pelukannya dengan menyerahkan liontin berbentuk hati dengan foto di dalamnya.
"Sakura, aku juga memakainya ! jadi kita tidak terpisahkan walau masalah menimpa kita !" ucap Sasuke lagi dengan menunjukkan liontinnya dikenakan di lehernya.
"Arigatou, Sasuke ! tapi pasangkan ya !" ucap Sakura memelas.
Tanpa menjawab ucapan Sakura, Sasuke segera memasangkan kalung Liontinnya. Liontinnya itu dipesan Sasuek khusus mereka saja, dengan berhiaskan berlian kecil dipinggiran liontin dan di dalamnya ada foto mereka berdua.
~*~*~*~*~*~ Di Rumah Ino.
"Shikamaru, kau ini tidur ! nanti kemalaman ! ayo bangunn" ucap ino menggoyang-goyang tubuh Shikamaru.
"Ino, aku disuruh menjagamu dirumah " ucap Shikamaru mengucek matanya.
"di-di suruh siapa ?" Tanya Ino.
"ayahmu tadii, tenang aja aku tak akan ngapain-ngapain kamu kok ! tapi dengan satu syarat" ucap Shikamaru
"syarat apa ?" ucap Ino terpotong karena Shikamaru sudah mengunci bibir Ino.
Shikamaru menekan posisinya dengan merangkul Ino, mereka seperti dengan Sasuke dan Sakura menikmatinya dengan manis..
Setelah beberapa menit kemudian, Shikamaru melepasnya, Ino ngos-ngosan dengan semburat kecil di wajahnya.
"SHIKA, kau ini nyerang tiba-tiba !" ucap ino.
"eh, kau menikmatinya juga khan !" seringai Shikamaru.
Ino menggembungkan pipinya tanda ia kesal dengan ucapan pacarnya itu..
"ya, udah ! aku ngantukk, met tidur sayang~~" ucap Ino mengecup pipi Shikamaru.
Ino meninggalkan Shikamaru sendirian di lantai bawah, setelah Ino tak melihatnya lagi. Shikamaru pun menggumam dalam hati. "kenapa aku terpesona melihatnya ! padahal banyak gadis lain lebih darinya ! tapi kenapa aku memilihnya !"
Tak beberapa saat, ino kembali lagi dan memeluk Shikamaru tanpa aba-aba..
"hei, Ino ! kau kenapa ?" Tanya Shikamaru mengeratkan pelukannya.
"aku takut sendiriann.." ucap Ino.
"bukannya ada aku di sini !" ucap Shikamaru mengelus pelan rambut panjang Ino.
"ta-tapi, Shikamaru !" ucap Ino terpotong karena bibirnya dielus dengan jari tangan Shikamaru.
"Ino, tenang saja ! aku di sini.." ucap Shikamaru.
Akan tetapi, Ino tertidur di pelukan Shikamaru tanpa di sadarinya..
"Ino, kau ini merepotkan aku saja !" ucap Shikamaru menggendong Ino dengan Bridal Stylenya.
"kalau begini aku harus di dekatnya.." ucap Shikamaru lagi dengan berjalan menuju lantai dua
Shikamaru membawa Ino ke kamarnya, dan ia masuk ke kamar dekat dengan tempat Ino tertidur jikalau Ino terbangun Shikamaru akan menenangkannya.
~*~*~* Di Bandara tepatnya jam 09.00 WIB
Sakura sudah sampai di bandara yang tidak terlalu jauh dari Konohagakure, dia diantar bersama kakaknya, Sasuke berserta teman-temanya yang setia mengantarnya.
"Sakura chan, kenapa kita tidak sama-sama ke Korea ?" ucap Naruto
"Naruto, aku bisa sendirian kok ! tenang saja aku pasti datang di perlombaan kalian !" ucap Sakura.
"Sakura, hati-hati di jalan ya ! jangan lupa bawa oleh-oleh " ucap Ino memeluk Sakura.
"iy-iya, Ino !" ucap Sakura melepas pelukan Ino.
"penerbangan menuju Korea Selatan akan berangkat lima belas menit lagi, diharapkan penumpang untuk masuk dalam pesawat" ucap Pegawai Bandara itu.
"oh, ya ! pesawat mau berangkat ! selamat tinggal." Ucap Sakura berjalan menjauhi mereka.
10 langkah Sakura menghentakan kakinya menuju pesawat, langkah terhenti karena tangannya digenggam oleh Sasuke..
"Sasuke.." ucap Sakura.
"Sakura, kalau jadinya begini ! aku tak bisa membiarkanmu pergi !" ucap Sasuke memeluk Sakura
"Sasuke, aku Cuma pergi sebentar kok ! ini liontin yang tadi malam kau berikan ! cantik bukann" ucap Sakura menunjukan di lehernya.
"Sakura.." ucap Sasuke terpotong karena Sakura mengecup singkat bibir Sasuke.
"tenang saja, Sasuke ! aku akan kembali !" ucap Sakura melambaikan tangannya kepada mereka.
"selamat tinggal, Sakura !" ucap kakaknya, Sai.
Lima belas menit kemudian, pesawat ke Korea Selatan telah berangkat. Sahabatnya, Kakaknya dan orang yang dicintaiinya tak rela membiarkan Sakura pergi, tapi..
Sakura yang menginginkannya, mereka tak dapat mengelakkannya..
Tepat 10.00 WIB di Korea Selatan
Sakura tanpa basa-basi menuju rumah sakit tempat ayahnya dirawat. Dengan perjalanan 13 menit saja dia sudah sampai di rumaah sakit itu, Sakura berlari tergesa-gesa dan melihat ayahnya terbaring lemas di tempat tidurnya.
"Ayah.." ucap Sakura meneteskan air mata.
"Sa-Sakura.." ucap ayahnya Sakura.
"Ayah ! aku akan menjaga ayah ! aku akan berbuat apapun demi kesembuhan ayah !" ucap Sakura memeluk ayahnya.
"sungguhkah, Sakura !" ucap ayahnya.
"iya, ayah !" ucap Sakura.
"kalau begitu ini !" ucap ayahnya menyodorkan surat perjanjian antara ayahnya Sasori.
Sakura membacanya, dengan kata terakhir yang sempat di bacanya..
ayah melakukan perjanjian dengan ayah Sasori the Red Sand. Perjanjiannya adalah meminta Sakura harus bertunangan denganAdik dari Sasori The Red Sand. Jika tidak kehidupan keluarga Sakura akan terancam..
Sakura terkejut dan menghempaskan tubuhnya ke lantai, dia meringis hingga keluar air mata..
"ayah, apakah aku harus.." ucap Sakura.
"iya, Sakura ! aku tak dapat berbuat apa-apa ! maafkan ayah, Sakura"ucap Ayahnya.
"ayah, aku sudah bilang kan ! aku akan melakukan ini demi ayah !" ucap Sakura.
"Sakura, bagaimana dengan pacarmu di Konohagakure !" Tanya ayahnya.
Deg,.. Sakura memikirkan bagaimana mengungkapkan hal ini kepada Sasuke. Tapi kalau dia memberitahukannya..
"Ayah, kalau tentang Sasuke ! ak-aku.." ucap Sakura terbata-bata dan terpotong karena sekumpulan orang masuk di kamar itu.
"Sakura, kita ketemu lagi !" ucap Sasori.
"Ka-kau, tak puasnya menyakiti keluargaku ! a-aku !" ucap Sakura terpotong karena jari Sasori berhasil menghentikan ucapannya.
"aku dengar pacarmu dan sahabatmu ikut ke festival band di Sunagakure ya ! kalau begitu tak bisa menyelamatkanmu" seringai Sasori.
"Sakura, perkenalkan ini adikku yang akan ditunangkan denganmu.." ucap Sasori menunjuk pemuda dengan rambut merah sama dengan Sasori.
"perkenalkan aku Gaara.." ucap Gaara dengan senyumnya.
"aku harus kuat ! aku harus kuat ! demi keluargaku !" gumam Sakura.
"perkenalkan aku juga, namaku Sakura Haruno." Ucap Sakura.
"kalau sudah perkenalan, kita mulai pendekatan.." ajak Sasori menarik tangan Sakura untuk ikut dengan mereka..
"Sasuke, kakak, teman-teman. Maafkan akuu !" ucap Sakura menggumam dalam hati.
~*~*~*~* DI rumah Sasuke, 5 hari kemudian..
"Sasuke, sepertinya kita cocok memainkan lagu ini !" ucap Shikamaru.
"iya, berkat sayangku kan !" ucap Sasuke .
"ayo teman-teman kita mulai.." ucap Sai
Sasuke menjadi vokalis, Sai, Naruto dan Shikamaru menjadi gitaris dan juga Kiba menjadi drummer. Suara yang mereka alunkan sungguh indah walaupun baru beberapa kali latihan. Mereka mendapat kecocokan dengan memainkan lagu itu.
20 menit setelah latihan, merekapun beristirahat dan Sai mendapat handphone berbunyi..
Pip..Pip SMS masuk
Sai membuka isi dari Smsnya
Sai, maafkan ayah. Sekarang Sakura dibawa keluarga Sasori dan juga mereka proses pendekatan. Akan tetapi Sakura menerimanya. Apakah tidak apa-apa ?, takutnya pacarnya tahu soal ini !
Saki cepat-cepat membalas Sms itu,..
Ayah itu keputusan Sakura, aku tak bisa mengelakkannya.. dan juga jikalau tahu Sasuke tentang hal ini ! aku akan mencegahnya ..
"Sai, Sms dari siapa tuh !" celetuk Kiba.
"tidak ada kok !" ucap Sai berbohong
Sasuke melihat gelagat aneh dengan kakaknya Sakura, diapun melacak dengan GPSnya mengetahui dimana Sakura berada.
Yap, dapat. Dilihatnya layar Handphonenya.. dan alangkah terkejutnya kalau Sakura tengah menangis di antara keluarga yang di kenalnya.
Sasuke meninggalkan teman-temannya dan berlari menuju kamarnya. Dilacaknya dengan mimik muka serius. Dia melihat Sakura tengah keluarga Sasori dan.. pacarnya berduaan dengan adik dari Sasori.
Pip..pip.. handphone Sasuke berbunyi
"Ha-halo, kau siapa !" ucap Sasuke dengan ketus.
"kau tak mengenal aku, Sasuke ! aku Sasori.." ucap Sasori dengan tertawa kecil terdengr di telinga Sasuke.
"mau apa, kau !" bentak Sasuke.
"tuan Uchiha Muda, sepertinya anda lengah lagii ! sekarang pacarmu tengah melakukan pendekatan dengan adikku. Dan kau tak bisa ke sini KARENA KAUU dua hari lagi harus tampil !" ucap Sasori.
"kau, ta-tapi kenapa festival itu dipercepat !" Tanya Sasuke
"kami yang membiayai festival itu ! karena kau ikut dalam festival itu,dan sepertinya rencana ku berjalan dengan mulus." Seringai Sasori.
"KA-KAU.." Ucap Sasuke dengan emosi memanas.
"oke, sampai ketemu dengan pacarmu bertunangan dengan adikku, Jane~~" ucap Sasori menutup pembicaraannya.
Sasuke tak bisa melakukan apa-apa, jika dia pergi menyusul Sakura. Kepala Sekolah terlihat kecewa ! tapi jika dia tetap di sini, orang yang dicintaiinya akan bertunangan dengan orang yang dibencinya.
Brukk,..pintu kamar Sasuke terbuka. Terlihat Sai, Naruto, Kiba dan Shikamaru masuk dan mendekat temannya tersebut tengah di landa kegundahan.
"Sasuke, kau tidak apa-apa !" cemas Shikamaru.
"Sai, kenapa kau tak memberitahukan akuu" ucap Sasuke menatap tajam Sai.
"Sasuke ! Sakura yang memintaku tak usah memberitahukannya ! " jawab Sai
Tanpa menggubris jawaban Sai kakaknya Sakura. Sasuke menghubungi kakaknya..
"ha-halo, kak !" ucap Sasuke.
"halo, Sasuke ! kenapa menelponku ?' Tanya kakak Sasuke.
"Itachi-Nii, aku bisa minta tolong tidak" pinta Sasuke.
"bantuan apa, Sasuke" Tanya Itachi.
"tolong hentikan, pertunangan Sakura dan adiknya Sasori ! aku mohon kak !" ucap Sasuke memelas.
"ta-tapi, Sasuke !" ucap Itachi.
"aku mohon, kak ! Sakura telah dijebak Sasori.. ! kalau ini terjadi aku akan ke Korea !" ucap Sasuke.
"Hn, Sasuke ! tumben kau seperti ini !" ucap Itachi.
"kak, aku juga terjebak dalam perangkap Sasori" ucap Sasuke
"iya, iya ! kakak akan menghentikan ini ! ta-tapi.." ucap Itachi
"tapi apa kak ?" Tanya Sasuke.
"kau harus bilang ini ke ayah, karena Sasori adalah buronan besar ! ayah tengah mencarinya sekarang." Ucap Itachi.
"baik, Itachi-Nii ! aku mengerti !" ucap Sasuke.
"jalankan rencana ini dengan teman-temanmu ! kau tetap ikut dalam festival itu dan juga memberitahukan kepada ayah !" ucap Itachi.
"baik.." tutup Sasuke
…..~~~~~~…
"Sasuke, katanya jalankan perintah ! apa maksudnya ?" Tanya Naruto.
"kita harus selamatkan Sakura ! tapi kita tetap ikut dalam festival itu !" ucap Sasuke.
"rencana apa, Sasuke ?" Tanya Shikamaru.
"itu.." ucap Sasuke terpotong karena ada yang masuk ke dalam kamarnya.
"Sasuke, ayah tahuu masalahmu !" ucap bapak dengan rambut sama dengan Sasuke.
"A-yah.." ucap Sasuke
.
.
.
.
TBC
Tidakkk, masalah muncul lagi ! sekarang melibatkan keluarganya Sasuke untuk menyelamatkan Sakura. Di tengah kondisi berat seperti ini, Sasuke memutuskan tetap dengan pendiriannya untuk menyelamatkan pujaan hatinya walaupun dia dan anggota Five boys tetap ikut dalam festival Band itu [perangkap Sasori]..
Apakah rencananya antara Itachi, kakak Sasuke dengannya ?
See you next Chapter.. T.T
Aihara Minam Uchiha
R
E
V
I
E
W

Jumat, 24 Desember 2010

Selamat Hari Ibu, Kaa san

Disclaimer : Title Kubo
Pairing : IchiRuki, HitsuHina and Other Pairing
Genre : Romance/Family
Rated : T
DON'T LIKE DON'T READ..^^ Aihara Minam Uchiha
SELAMAT HARI IBU !
Summary : Di kehidupan Ichigo dan Rukia setelah lima tahun menikah, mereka dikarunai anak kembar yang sekarang berusia 4 tahun 11 bulan. Mereka tinggal diseiretei karena mereka menjabat kapten dan wakil kapten di divisi gotei 13, Ichigo Kurosaki sebagai kapten divisi 9 sedangkan Rukia Kurosaki sebagai wakil kapten divisi 13. Dan sebelum hari ibu, Kurosaki Ichigo dan anak kembarnya merencanakan sesuatu.
***~~~~~**** Di Seiretei tepatnya di mansion Kuchiki
"Kaa-san, aku tak bisa pakai baju ini !" ucap anak bermata violet dengan rambut sebahu mirip ibunya tersebut.
Sang ibu menghampiri anak tersebut dan membantunya memasangkan baju anaknya itu. Anak langsung memeluk ibunya yang segera dibalas pelukan sang ibu dengan erat.
"Kaa-san, Ichisa sayang dengan Kaa-san !" ucap yang keluar dari bibir mungil anak itu.
"juga Kaa-san sayang dengan Ichisa ! oh ya mana Ichiru ?" Tanya ibunya kepada Ichisa
"dengan paman Byakuya di luar !. memang kenapa Kaa-san ?" Tanya Ichisa
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang anak, ibu muda itu mengecup dahi anak itu dengan lembut. Tanpa disadari ada yang masuk ke dalam kamar anak itu.
"Rukia, aku mau juga !" ucap pemuda dengan memakai haori kapten 9 tersebut mendekati mereka.
"dasar manja, Ichigo Kurosaki !" ucap Rukia, ya namanya Rukia Kurosaki menjabat sebagai wakil kapten divisi 13.
"ya sudahlah ! oh Ichisa ikut otousan sekarang" ucap Ichigo dengan salah satu anak kembar mereka.
"Otou-san, tentu saja ! sampai jumpa Kaa-san !" ucap Ichisa berlari kepelukan ayahnya.
"hati-hati ya sayang ! Kaa-san pergi dulu !" ucap Rukia mengecup dahi anaknya dan bibir suaminya itu.
Rukia pun segera meninggalkan anak kembarnya kepada suaminya dan kakaknya karena pekerjaan menumpuk di divisi 13. Ichigo pun membawa Ichisa mendekati Byakuya dengan Ichiru yang sedang bermain di air mancur di mansion Kuchiki.
"paman, sudah dua hari Ichiru tinggal dengan paman ! Ichiru senang bermain dengan paman !" ucap anak laki-laki berparas mirip Kurosaki Ichigo Kapten divisi 9.
"Ichiru, bukannya hari ini spesial !" ucap Byakuya kapten divisi 6 yang menepuk pelan rambut anak itu.
"hari spesial !. hari spesial apa, paman !" Tanya anak laki-laki itu.
"ha~" ucap Byakuya terpotong karena melihat Ichigo dan keponakan perempuannya digendongan ayahnya mendekati mereka.
"Nii sama, bolehkah aku memanggil seperti itu !" celetuk Ichigo Kurosaki.
"terserah kau saja !" ucap Byakuya.
"paman, tadi ucapan nya belum selesai ! apa paman ?" Tanya Ichiru menarik hakama pamannya itu.
"Hari ibu.." jawab singkat Byakuya kepada keponakan laki-lakinya.
"oh, begitu ! Otousan.." panggil Ichiru kepada ayahnya.
"apa, jagoan ayah ? Ichiru mau bertanya dengan ayah apa ?" ucap Ichigo memberikan senyuman kepada anaknya itu.
"Otousan, aku mau turun ! pasti Otousan berat menggendong" pinta Ichisa. Ichigopun menurunkan anaknya itu dengan adik kembarnya.
"bisa kita rayakan hari untuk Kaa-san !" ucap Ichiru yang menatap mata ayahnya itu.
"tentu saja ! kita akan rayakan ! tapi nanti siang kita ke rumah kakek ya !" ucap lembut sang ayah mengelus pipi anak kembarnya.
"okee, Otousan ! oh Otousan mau kerja kan !" ucap Ichisa.
"aduuhh, anak ayah sudah pintar mengingatkan ayahnya ! Nii sama bisa nitip mereka berdua" ucap Ichigo menoleh kakak iparnya yang termenung melihat dua keponakannya.
"bisakah juga kau menitipkan Ichisa ke divisi 10 !" ucap Byakuya menatap dingin dengan adik iparnya.
"dengan Matsumoto fukutaichou ! oke-oke ! Ichiru Disini bersenang dengan paman ! nanti siang kita siapkan buat Kaa-san ya." Ucap Ichigo menurunkan badannya setara dengan anaknya.
"baiklah Otousan !" ucap Ichiru memeluk Ichigo.
"kalau begitu, jane~~" ucap Ichigo yang kemudian menggendong Ichisa untuk dititip ke Matsumoto Fukutaichou.
~*~*~ Divisi 10.
Rangiku Matsumoto wakil kapten divisi 10 sibuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Hitsugaya Toushiro sang kapten divisi 10. Pada saat yang bersamaan Ichigo Kurosaki dengan anak kembarnya menemui mereka yang sedang beradu mulut
"Matsumoto, kau ini bisa becus tidak nyelesain tugas ini !" bentak Hitsugaya yang membanting tumpukan kertas ke hadapan Matsumoto.
"taichou~~, aku capekk ! coba ada anak nya Kurosaki Taichou disini !" gerutu Matsumoto.
Dan suara ketukan pintu terdengar di telinga mereka..
"siapa itu ?" ucap Hitsugaya menanyakan siapa yang mengetuk pintu.
"Ichigo.." jawab yang mengetuk pintu itu.
"Silahkan masuk, Kurosaki Taichou !" ucap Hitsugaya.
Ichigo dengan anak kembarnya bernama Ichisa masuk menemui mereka berdua..
"ICHIISA.." teriak Matsumoto memeluk Ichisa dengan erat.
"Tante Matsumoto, bolehkan aku main dengan di sini !" ucap Ichisa memelas.
"tentu boleh, tapi~~!" ucap Matsumoto terpotong.
"tapi, apa tante ?" Tanya Ichisa.
"mainnya dengan kak Hitsugaya ya" bisik Matsumoto di telinga Ichisa.
"Ichigo, boleh kok Ichisa main di sini !" ucap Matsumoto menaikkan tubuhnya setara dengan mereka
"ya, kalau begitu ! Ichisa, Otousan kerja dulu, nanti siang Otousan jemput lagi !" ucap Ichigo kepada anaknya.
"siip !" ucap Ichisa mengacungkan jempolnya. Kemudian Ichigo bershunpo menuju divisi 9 tempat dia memimpin divisi tersebut.
Setelah Ichigo Kurosaki tak melihat mereka, Matsumoto mengedipkan matanya ke Ichisa..
"Matsumoto, kau ini kenapa sihh ?" Tanya Hitsugaya.
"Kak Hitsugaya, main dengan akuu yoo !" ajak Ichisa menarik haori kapten divisi 10 itu.
"taichou katanya aku harus selesaikan tugas yang menumpuk ini ! jaga Ichisa ya" ucap Matsumoto.
"ta-tapi~~" ucap Hitsugaya terpotong karena Ichisa menarik Haori Kapten divisi 10.
"Kakak, aku mau main.." rengek Ichisa
"ya, ya..!" ucap Hitsugaya mengenggam tangan Ichisa ke luar ruang kerja Matsumoto.
~*~*~ Divisi 13
"Taichou, aku sudah selesai dengan tugaskuu" ucap Rukia kepada Ukkitake Taichou yang duduk di luar divisi 13.
"ya, suudah letakkan di sana.." perintah Ukkitake.
Rukia pun meletakkan tumpukan kertas di meja taichounya dan kemudian menemui kaptennya.
"taichou, sedang apa ? Tanya Rukia yang membungkukan badannya dan duduk di samping taichounya.
"lihatlah langit itu sangat indahh" ucap Ukkitake.
"hmm.." gumam Rukia memandang langit sama seperti kaptennya.
"oh ya, Rukia ! tak terasa ya kalian sudah menikah 5 tahun dan sekarang pastinya anakmmu sudah besar" ucap Ukkitake membuyarkan gumaman Rukia.
"eh, iya Taichou ! mereka mirip sekali dengan kami.." ucap Rukia.
"maksudnya ?" Tanya Ukkitake belum mengerti ucapan Rukia barusan.
"parasnya, fisiknya dan sifatnya mirip sekali dengan kami.." gumam Rukia.
"oh, begitu ya !" puji Ukkitake kepada Rukia.
"aku ingat sekali dengan ekspresi Ichigo dengan kelahiran anaknya.." gumam Rukia lagi.
Flashback Empat tahun ketika Rukia melahirkan..
Di ruangan divisi 4 aku di bawa dengan suamiku Ichigo Kurosaki dengan muka panik dan cemas terlihat jelas di mukanya. Aku sendiri tak kuat lagi ingin melahirkan karena air ketubanku sudah pecah, tapi untungnya kapten divisi 10 Hitsugaya Toushiro dan wakil kapten divisi 5 Momo Hinamori setia memberitahu kepada suamiku di divisi 9.
"Unohan-a ta-ichou, aku tak kuat lagi" ucapku terbata—bata dengan berkeringat mengucur deras diwajahku.
"bertahan Rukia-san.." ucap Hinamori mengenggam tangan kiriku.
"Rukia, aku selalu di sampingmu sampai kapanpun.." ucap Ichigo mengecup dahi Rukia.
"arigatou, Ichigo.." ucapku yang kemudian dibawa ke ruangan persalinan divisi 4.
Kemudian Byakuya Kuchiki hadir di tengah-tengah mereka..
"adikku baik-baik saja kan !" cemas Byakuya menatap tajam Ichigo Kurosaki
Tanpa jawaban dari Ichigo Kurosaki, terdengar suaraku di luar ruangan persalinan divisi 4 dan mungkin di luar sana menggambarkan mimik kecemasan. Tapi aku berjuang demi nyawa yang akan menghirup udara dunia ini.
Aku berteriak sekencang-kencangnya karena anakku ingiin merasakan hidup di dunia ini.
Satu..
Dua..
Tiga..
Aku pun meneriakan nama suamiku "ICHIIIGOO.." dengan waktu bersamaan anakku lahir dengan normal, ternyata aku mengerang lagi oh apa yang terjadi ?.
Ternyata, aku melahirkan anak kembar yang berjenis laki-laki dan perempuan. Akupun terlemas karena perjuanganku tak sia-sia menjaga kandunganku, Ichigo memprotecku dalam segala membahayakan, dan pada akhirnya aku Rukia Kurosaki telah menambah raut bahagia orang yang kucintai selama ini.
Ku lihat samar-samar Ichigo sudah ada disampingku dalan menguatkan aku yang sekarang tak ada energy di tubuhku. Aku lihat anak kembarku telah dibersihkan dan dibalut kain untuk menutupi tubuhya yang lemah.
Anaku yang laki-laki telah digendong oleh kakakku, kulihat wajah kakakku terlihat bahagia mendapatkan keponakan yang akan menggatikan kedudukannya walaupun itu hanya Ichigo yang menentukannya..
Anakku yang perempuan langsung digendong oleh Ichigo,, dan dia berkata kepadaku " arigatou Rukia, kau memberikanku cinta dan sekarang dua penerus keluarga Kurosaki yang akan menambah kebahagiaanku. Dan aku takkan berpaling kepada siapapun, Yo're my white moon, Rukia." Ku dengar ucapan itu telah membangkitkanku dari tubuhku yang lemas.
"Rukia, jangan banyak bergerak !" pinta Unohana Taichou.
"aku tak apa-apa, Unohana Taichou ! aku ingin melihat anakku !" pinta Rukia dengan menatap mata suaminya dan kakaknya.
Tanpa aba-aba dariku, kakakku dan suamiku meletakkan anak kembar yang ku hadirkan di dunia ini. Terlihat jelas anak perempuanku mirip sekali denganku dan begitu juga anak laki-lakiku sperti fotokopi suamiku. Aku hanya tertawa kecil akan kehadiran dua bayi dipangkuan kanan dan kiri tangannku ini.
"Kurosaki, saatnya kau berikan nama untuk buah hatimu !" ucap Byakuya.
"aku sudah memikirkannya ! yang perempuan Ichisa Kurosaki dan jagoan laki-lakiku Ichiru Kurosaki." Jawab Ichigo.
"nama yang bagus Kurosaki taichou !" ucap Hitsugaya masuk ke dalam ruangan persalinanku.
"bagiku nama yang kerenn ~~" ucapku membuat Ichigo menoleh kearahku
Hoee..Hoee.. anakku menangis, aku kelabakan karena aku ibu muda yang baru merasakan punya anak. Unohana taichou mengisyaratkan Kuchiki taichou, Hinamori Fukutaichou dan Hitsugaya taichou untuk keluar dari ruangan itu.
Hanya ada aku, Ichigo dan dua anak kembarku yang lucu menambah guratan senyuman bibirku dan Ichigo.
"Rukia, anak kita menangis ! susuin mereka." Ucap Ichigo menyuruhku.
Akupun secara refleks seorang ibu muda, aku menyusui anak kembarku walaupun tenaga ku belum pulih, aku semangat karena ada mereka di sisiku..
End Of Flashback
"hei, Rukia !" ucap Ukkitake taichou membuyarkan lamunan Rukia.
"eh,ah ! maafkan aku taichou ! aku harus pulang !" pamit Rukia.
"Rukia, bukankah kau masih meninggalkan pekerjaanmu" perintah Ukkitake.
"hadeeh, iya ya ! maafkan aku taichou.." ucap Rukia yang berbalik arah da masuk ke ruangannya.
~*~*~ Di rumah dinas Ichigo Kurosaki dan Rukia Kurosaki.
Terlihat Hitsugaya mengenggam tangan Ichisa yang tak mau dilepaskan oleh anak perempuan Kurosaki taichou, begitu juga Kurosaki Ichigo yang bersiap-siap dengan tiga tas yang telah disiapkan..
"Kurosaki taichou, katanya kau mau jemput anakmu !" ucap Hitsugaya mengagetkan Ichigo yang sedang menyiapkan pesta kejutan buat Rukia.
"maafkan aku Hitsugaya taichou ! aku lupa karena menyiapkan pesta kejutan !" ucap Ichigo.
"pesta kejutan ! buat siapa ?" Tanya Hitsugaya.
"buat Kaa-san khan !" jawab Ichiru yang berlari menuju otousannya.
"Ichiru kau sendirian ya !" Tanya Ichigo yang memeluk anaknya.
"dengan paman, tapi dia langsung pergii !" ucap yang keluar dari bibir Ichiru.
"oh, begitu ya !" ucap Ichigo yang langsung mencubit pipi Ichiru.
"Kurosaki taichou, aku pun masih banyak pekerjaan !Jane~~" ucap Hitsugaya yang langsung pamit dengan Ichigo dan kedua anak Ichigo Kurosaki.
"kakak, besok lagi main lagii ! kalau bisa ajak kak Hinamori ya !" ucap Ichisa dengan polosnya.
Ucapan dari Ichisa Kurosaki membuat muka Hitsugaya memerah dan langsung bershunpo tanpa memperlihatkan mukanya itu.
"Ichisa, tadi bermain dengan kak Hinamori ya !" Tanya Ichigo.
"iya, Otousan ! kak Hinamori itu pacarnya kak Hitsugaya khan !" ucap ichisa.
"hush, sayang ! masih kecil kok bicara gitu sihh ! oh ya ayoo kita buat pesta kejutan buat Kaa-san !" ajak Ichigo dengan mengenggam tangan anak kembarnya itu.
Rukia tak menyadari bahwa pesta kejutan telah disiapkan oleh suaminya dan kedua anaknya. Dia pun berjalan dengan kelelahan, yang beberapa menit kemudian sampailah ia di rumahnya.
One..
Twoo..
Three…
"SELAMAT HARI IBU.." ucap Ichigo dan kedua anak kembar mereka Ichisa dan Ichiru.
Alangkahnya terkejutnya, dan tak percaya Rukia mendapatkan pesta kejutan dari anggota keluarga kecil nya. Juga momen tak kalah bahagianya, hari ibu dirayakan oleh anak kembarnya yang telah lancar mengucapkannya.
"Kaa-san, ini hadiah dariku !" ucap Ichisa memberikan sekuntum mawar putih kepada ibunya.
"Kaa-san, aku juga !" ucap Ichiru juga memberikan coklat kepada ibunya juga.
"terima kasih sayang ! kalian anakku yang paling lucu dan imut ! Kaa-san bahagia memiliki kalian !" ucap Rukia meletakkan hadiah itu di meja dan memeluk buah hatintaa.
"Otousan, hadiah untuk Kaa-san apa ?" Tanya Ichisa.
"ada, tapi kalian jangan lihat ya !" ucap Ichigo menutup mata kedua anak kembarnya dengan kain, kedua anaknya dengan nurutnya tak membuka kain yang dipakai oleh ayahnya.
Kemudian Ichigo mendekatkan wajahnya dengan wajah Rukia, dengan jarak tak terpisahkan lagi Ichigo mengatakan "ini yang dapat kuberikan kepadamu !" dan menutup jarak mereka dengan kecupan hangat tanpa memperpedulikan anaknya yang terdiam tanpa mengetahui apa yang dilakukan orangtuanya.
Kecupan berasa manis, setelah 5 menit kemudian Ichigo melepaskan kecupan itu dengan senyuman dibibirnya.
"Rukia, ayo kita ziarah ke makam Kaa-san" ajak Ichigo.
"ya.." jawaban simpel dari Rukia.
"Kaa-san, Otousan bisa kalian melepas kainnya !" pinta Ichisa.
Tanpa menjawab ucapan Ichisa, Ichigo melepas kain penutup milik Ichisa dan Rukia melepas kain penutup Ichiru.
"Ichisa..Ichiru ayo ke rumah kakek !" ucap Ichigo menggendong Ichisa.
"Ru-rukia, kau bisa membawa tas kita !" pinta Ichigo.
"ya, Ichigo. Tapi kau harus mengendong Ichiru juga.." ucap Rukia dengan senyum deathglarenya.
"ya, ya !" hanya itu yang keluar dari mulut Ichigo.
Mereka pun ke rumah orang tua Ichigo dengan pintu senkaimoon..
*~~*~* Di rumah Kurosaki Isshin.
Ichigo, Rukia dan dua anaknya telah sampai ke rumah ayahnya Ichigo. Tanpa aba-aba membuka pintu, Ayahnya Ichigo dengan gaya lebaiinya menghampiri mereka dan dengan sigap Ichigo dan keluarganya menghindar dari ayahnya Ichigo sekaligus kakeknya anak kembar Ichigo dan Rukia.
"Kaa-san, kok oppa kayak gitu sih !" Tanya Ichisa kepada ibunya.
"eh, memang kayak giitu gayanya sayangg !" jawab Rukia
"Ichisa..Ichiru !" ucap Yuzu memeluk dua keponakannya itu.
"kak Yuzu, mana Kak Karin ?" Tanya Ichiru.
"dia lagi memasak.." jawab Yuzu.
"oh, begituu ! baguslah kalau gitu" ucap Rukia menyunggingkan senyumnya.
Tanpa istirahat, Ichigo menggendong kedua buah hatinya dan Rukia menuju pemakaman ibu Ichigo. Dengan sengaja Ichigo membawa mobil ayahnya dan langsung pergi meninggalkan tas mereka yang masih di ruang tamu.
Di jalan…
"Ichigo, kau ini kenapa ?" Tanya Rukia penuh kebingungan.
"aku kangen dengan Kaa-san." Ucap Ichigo.
"Otousan jangan bersedih ! kami akan mendoakan omma agar tenang di alam sana." Ucap ichiru.
"arigatou, anakku ! kalian memang penghibur hati Otousan." Ucap Ichigo
Tak beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di makam Kaa-san Ichigo Kurosaki. Kemudian mereka memanjatkan doa agar arwahnya dapat tenang di alam sana.
"Kaa-san, hari ini aku membawa keluarga kecilku Istriku dan kedua cucumu !" ucap Ichigo menahan sedih di raut mukanya.
"Omma, moga tenang disana ! walaupun Ichisa dan Ichiru tak dapat melihat Omma !" ucap Ichisa dan Ichiru bersamaan.
"Kaa-san, di sini aku sangat bahagia menjadi bagian hidup Ichigo. Aku akan menjaganya dari kesedihan yang melanda dirinya." Ucap Rukia menahan air matanya dengan menggigit bibirnya.
Tanpa terasa sore menghampiri mereka dan menyadarkan mereka akan suasana sore yang menyejukkan hati mereka. Ichigo menggendong Ichisa dan Rukia menggendong Ichiru untuk memandang hari sore yang indah.
Tanpa mereka sadari, Ibu Ichigo Kurosaki hadir di tengah-tengah mereka dengan mengucapkan. " Ichigo, kau sudah tumbuh dewasa dan juga mempunyai istri yang akan selalu menjagamu sampai mati. Dan juga kau memberikan aku cucu yang imut dan lucu. Walaupun aku tak dapat menyentuhnya, aku dapat melihat kalian dari dekat."
Ichigo dan rukia merasakan reiatsu Ibu mereka yang samar-samar dan lemah. Dan anak mereka telah tertidur di gendongan mereka. Dan mereka mengucapkan..
"SELAMAT HARI IBU, KAA-SAN."
.
.
.
Owari
Maafkan saya, baru mempublish Fic ini, karena suatu hal *UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL* Aihara minta maaf kalau oneshot ini jelek bangett ya !
Ini ngetiknya nyampe jam 12 malam lohh ! *siapa yang nanya*. Ya udah Aihara minta
R
E
V
I
E
W

Aihara Minam Uchiha

Minggu, 19 Desember 2010

SS501 A Song Calling For You



Hyunjoong. moreuneun cheok hago jeom jeom nega deo pyeonhae jigo
Gakkeum dareun yeoja bogo saljjak gyeot nunjildo hae bogo

Hyungjun. ijeh dwin geot gata nega nae yeoja dwil geot gata
Neodo nae maum al geot gata geureohke mideosseo

Kyujong. garago haji mayo garago haji mayo
Dashi han beon nal bondamyeon

Ss501. la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la
Ss501.la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la

Jungmin. jebal tteonajineun mara ijen dwae sseoyo
Youngsaeng. du beon dashi neun gureon mareun marayo
Kyujong. modu chung bunhae ijen naega al geot gatayo
Youngsaeng. dashi neun gureon maleun haji marayo

Jungmin. han beon ppunirado jakku jeon hwado georeo bogo
Sarang iran mal hanaro neh mam dollyeo hae bogo

Kyujong. kkeut naeja neun mareh jeonbu jillyeott daneun mareh
Naega shirheo jyeott daneun geu mareh amu mal mothae do

Hyunjoong. garago haji mayo garago haji mayo
Dashi geudaega undamyeon

Ss501. la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la
Ss501. la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la la

Ss501.la la la la la
Ireohke bulleo bwado neol bulleo bwado
Youngsaeng.lal la la la la
Ss501.la la la la la
Ireohke bulleo bwado neol bulleo bwado
Youngsaeng.lal la la la la la

Jungmin. jebal tteonajineun mara ijen dwae sseoyo
Youngsaeng. du beon dashi neun gureon mareun marayo
Kyujong. modu chung bunhae ijen naega al geot gatayo
Youngsaeng. dashi neun geureon maleun haji marayo

[Rap]
Hyungjun. mojilke geureohke amureohji anhge
Mudeom deom hage damdam hage nae gyeoteul tteona ganayo
Hyunjoong. meoreojil surok jeom jeom jagajil surok jeom jeom
Geudae man tteo ulla nan amu maldo amugeotdo

(La la la la la)
(La la la la la)
(La la la la la)
(La la la la la)

Ss501. la la la la la, la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la
Ss501. la la la la la
Neol bu reu neun noraega ireon noreaga
Youngsaeng. lal la la la la la

Ss501.la la la la la
Ireohke bulleo bwado neol bulleo bwado
Youngsaeng.lal la la la la
Ss501.la la la la la
Ireohke bulleo bwado neol bulleo bwado
Youngsaeng.lal la la la la la

Jungmin. jebal tteonajineun mara ijen dwae sseoyo
Youngsaeng. du beon dashi neun gureon mareun marayo
Kyujong. modu chung bunhae ijen naega al geot gatayo
Youngsaeng. dashi neun geureon maleun haji marayo


Meaning Of Lyrics
Don't pretend
You're becoming more and more comfortable
Sometimes I look at other ladies
Give them a slight glance
I'm through with it now
You're gonna be my girl
You know my heart
Or so I believed...
Don't tell me to go, don't tell me to go
See me again, once more...

lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - though I call like this
lalalalala - I call you like this

Please don't leave; it's over now
Don't say those words again twice
Enough is enough, I understand everything now
So don't say those words again

Even if just once, I repeatedly try calling you
I try passing the words "I love you" to your heart
I'm frightened of the phrase "Let's end it, I'm tired of you"
The phrase "I hate you"
I can't say a word
Don't tell me to go, don't tell me to go
Come back to me again

lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - though I call like this
lalalalala - I call you like this

Please don't leave; it's over now
Don't say those words again twice
Enough is enough, I understand everything now
So don't say those words again

Acting harshly like nothing's going on
Composed and calm - are you leaving my side?
You gradually die away and become smaller
Rising up, I can't say a word or do a thing

lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - a song calling for you
lalalalala - a song like this
lalalalala - though I call like this
lalalalala - I call you like this

Please don't leave, it's over now
Don't say those words again twice
Enough is enough, I understand everything now
So don't say those words again